Bandara Kulonprogo
Bupati Kulonprogo dan Mahasiswa Aktivis Penolak Bandara Dikabarkan Bakal Lakukan Pertemuan
Pertemuan akan digelar pada awal Januari 2018 ini dan juga akan dihadiri PT Angkasa Pura I selaku pemrakarsa pembangunan bandara.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Bupati Kulonprogo dan aktivis mahasiswa penolak bandara dikabarkan akan melakukan pertemuan dan dialog dalam waktu dekat.
Para mahasiswa itu bersama aktivis solidaritas selama ini berada di sekitar warga penolak pembangunan bandara di Temon.
Pertemuan itu sedianya akan digelar pada pekan pertama atau kedua Januari 2018 ini dan juga akan dihadiri PT Angkasa Pura I selaku pemrakarsa pembangunan bandara.
Asisten II Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Sumber Daya Alam, Sekretariat Daerah Kulonprogo, Triyono mengatakan, hal itu sebagai tindak lanjut setelah sebelumnya para mahasiswa peserta aksi solidaritas warga penolak bandara itu juga melakukan pertemuan dengan PT Angkasa Pura I.
Audiensi itu menurutnya akan lebih banyak berbicara seputar keseluruhan proses pembangunan bandara.
Bupati akan berusaha memberikan informasi yang benar mengenai tahapan dan historis pengadaan lahan pembangunan NYIA.
Sehingga, informasi yang dipahami oleh mahasiswa dan aktivis juga bisa membawa langkah mereka menjadi proporsional.
"Dalam waktu dekat, mahasiswa yang ikut aksi solidaritas itu akan beraudiensi dengan Bupati Kulonprogo. Dari forum itu diharapkan bisa memberi pencerahan dengan informasi yang benar sehingga kegiatan mahasiswa itu bisa lebih proporsional. Syukur-syukur kalau kemudian warga mau dan bersedia melepas aset mereka secara baik-baik," jelas Triyono, Rabu (3/1/2018).
Pertemuan dan pemahaman informasi pembagnunan babndara itu menurutnya cukup penting untuk disampaikan.
Mengingat, selama ini mahasiswa dan warga kerapkali menyebut pemerintah daerah tak pernah turun langsung melihat kondisi warga.
Juga, menyebut tahapan pembebasan lahan tidak sesuai prosedur standar dan telah menggusur warga.
Pemda sendiri menurutnya sudah berulangkali mencoba bertemu warga untuk berkomunikasi meski tanpa hasil.
Triyono menegaskan tak mempermasalahkan aktivitas mahasiswa itu untuk berdemo ataupun kegiatan lainnya yang menyuarakan nasib warga penolak.
"Hanya saja, harapan kami, mereka bisa menyurakan kebenaran. Pemkab juga siap bersedia kapanpun bila warga ingin bertemu. Hanya memang selama ini masih begitu (menolak)," kata Triyono.(*)