Ratusan Generasi Muda Diajak Mencintai Pertanian Melalui Pramuka
Selama lima hari, ratusan anggota Pramuka mengikuti berbagai kegiatan dan lomba dengan menempuh jarak sekitar 60 km.
Penulis: app | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebanyak 634 anggota Pramuka penegak dan pandega dari 34 pangkalan SMA/SMK se-Kabupaten Sleman berkumpul di Lapangan Denggung, Sleman, Minggu (31/12/2017).
Ratusan siswa-siswi tersebut sibuk mempersiapkan berbagai pentas seni yang akan ditampilkan pada Malam Wirapati dan Penutupan Barata pada malam pergantian tahun baru.
Acara pada malam tahun baru tersebut merupakan puncak dari kegiatan Pengembaraan Akrih Tahun (Barata) ke-32 yang digelar Gerakan Pramuka Kwatir Cabang Sleman Dewan Kerja Cabang Sleman.
Selama lima hari, ratusan anggota Pramuka tersebut mengikuti berbagai kegiatan dan lomba dengan menempuh jarak sekitar 60 km.
Arwin Pamungkas Ketua Dewan Kerja Cabang Sleman menjelaskan terdapat 18 kategori perlombaan yang terdiri dari 11 lomba antar pangkalan atau sekolah dan tujuh lomba antar sangga atau kelompok.
Total ada 73 piala yang diperebutkan, juga ada pula piala bergilir.
"Pembukaan di lapangan PT TWC Prambanan peserta dilepas melakukan perjalanan dari ke camp-camp yang ada. Ada berbagai perlombaan seperti lomba P3K, materi sejarah barata dan juga potensi pertanian, lomba mural, dan beberapa kegiatan lain," terangnya.
Sementara di malam tahun baru di Lapangan Denggung ratusan anggota Pramuka tersebut akan unjuk gigi seperti pementasan tari, drama, dan lain sebagaianya.
"Ada flashmob, refleksi tahun baru, dan buyian otok-otok massal," terangnya.
Mengusung tema "Mewujudkan Tunas Muda yang Berkarakter, Berbudaya, dan Mengenal Potensi Agraria Melalui Gerakan Pramuka" Arwin berharap peserta dapat mengambil manfaat dari kegiatan ini.
"Tema tahun ini pertanian, teman-teman diharapkan bisa mengenal dan melihat kembali dunia pertanian dan potensi yang ada di Sleman. Mendapat pengalaman dan jadi bekal untuk hidup," jelasnya.
Lanjutnya, saat ini sedikit sekali generasi muda yang menaruh perhatian pada sektor pertanian.
Padahal sebetulnya sektor pertanian sangat menjanjikan apalagi dapat dikembangkan ke arah wisata agraria.
"Mungkin generasi muda memandang sektor pertanian kurang menarik. Melalui hal ini kita tunjukan sektor pertanian itu menarik dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Generasi muda punya peran untuk meningkatkan ekonomi melalui pertanian. Contohnya, wisata agraria mempromosikan kekayaan ini menjadi destinasi wisata," pungkasnya.
Sebelumnya, Arif Haryono, selaku Ketua Kwartir Cabang Sleman mengungkapkan setiap desa di Sleman memiliki potensi agraria untuk dikembangkan dan dioptimalkan, namun masih kurang di minat sumber daya manusianya, cenderung menganggap petani adalah pekerjaan yang rendahan.
"Kabupaten Sleman memiliki potensi agrarian yang melimpah dari tanaman pangan, hutan, hortikultura yang tersebar di seluruh kecamatan tetapi kenapa malu menjadi seorang agrarian, kita hidup dari petani, kita makan dari petani, sebenarnya kita mampu untuk mengembangkan dan mengoptimalkan potensi agrarian Sleman, pertanyaannya kita mau atau tidak untuk melakukannya. Pramuka harus menjadi pelopor generasi muda untuk mengembangkan potensi agraria di Sleman," tuturnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pramuka_20171231_190338.jpg)