Dulunya Bangunan Ini Adalah Mess Pemain Persiba Bantull, Kini Jadi Asrama Mahasiswa

Tak lagi tampak plang bertuliskan 'Mess Persiba' yang dulu terpampang di sisi depan bangunan.

Tayang:
Tribun Jogja/ Hanif Suryo
Eks Mess Pemain Persiba Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sejak tak lagi digunakan Persiba Bantul sekira setahun lalu akibat biaya sewa yang dirasa terlalu berat bagi manajemen Laskar Sultan Agung, Gedung mess eks Persiba Bantul kini telah beralih fungsi.

Pengalihfungsian mess eks Persiba tersebut lantaran pihak Pemerintah Kabupaten Bantul yang memiliki aset tanah beserta bangunan yang berdiri di Jalan Bantul, Desa Pendowoharjo, Kecamatan Sewon tersebut kini telah di menyewakan bangunan tersebut kepada pengelola Universitas Nahdatul Ulama (UNU) sebagai asrama mahasiswa.

Tak lagi tampak plang bertuliskan 'Mess Persiba' yang dulu terpampang di sisi depan bangunan.

Bangunan yang dulu menjadi saksi perjalanan Persiba Bantul hingga menjadi Juara Divisi Utama 2011 tersebut kini tampak diisi oleh beberapa mahasiswa UNU yang berasal dari luar Yogyakarta.

Bangunan beserta pekarangan yang lumayan luas di sisi timur gedung tampak bersih dan terawat.

Saat memasuki bangunan utama di sisi selatan yang bertuliskan Mendut, Kalasan, dan sebagainya, tiap ruang dibagi menjadi beberapa kamar yang kini diisi oleh mahasiswa putra.

Sedangkan mahasiswa putri, ditempatkan di bangunan yang terletak di sisi utara.

Seorang mahasiswa, Rifan yang berasal dari Surabaya mengatakan ia telah tinggal sekira tiga bulan di eks mess Persiba Bantul yang kini menjadi asrama mahasiswa UNU.

"Kampus di Jalan Lowanu, ya agak lumayan jauh dari sini, saya mengendarai sepeda motor. Kurang lebih sekitar 35 mahasiswa yang tinggal disini," kata Rifan sembari bersiap untuk berangkat kuliah, Jumat (29/12/2017) pagi.

Dibeberapa bagian tembok, juga tampak jadwal piket memasak yang tiap harinya dikerjakan secara bergantian oleh mahasiswa yang tinggal di asrama ini.

Sementara itu, bangunan yang terletak di bagian utara yang dulunya digunakan sebagai tempat untuk sarasehan dan juga launching tim, kini digunakan sebagai aula pesantren yang dipergunakan untuk salat dan pengajian rutin setiap harinya di malam hari. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved