Korban Tewas Badai Tembin di Filipina Sudah 182 Orang
Per Minggu (24/12/2017) dini hari, korban tewas tercatat mencapai 182 orang, sementara 153 orang masih dinyatakan hilang.
Polisi menyatakan, 81 orang masih dinyatakan hilang, setelah lumpur dan bebatuan menyapu kawasan pesisir di Sibuco dan kota-kota nelayan lainn di sini.
Tanah longsor telah menahan upaya penyelamatan dan konvoi bantuan ke wilayah miskin tersebut.
Badai tropis Tembin telah pula menghantam wilayah Balabac, pulau nelayan berpenduduk 40.000 orang di wilayah barat Filipina pada Sabtu (23/12/2017).
Kecepatan angin tercatat mencapai 145 kilometer per jam, merujuk pernyataan petugas cuaca setempat.
Terjangan badai tropis Tembin terjadi tak lebih dari sepekan setelah empasan badai tropis Kai-Tak yang menewaskan 54 orang di wilayah tengah Filipina.
Akibat badai ini, 24 orang masih dinyatakan hilang.
Harry Roque, juru bicara Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Sabtu, lewat siaran pers menjanjikan bantuan akan terus dikirimkan segera kepada para korban.
Namun, juru bicara National Disaster Risk Reduction and Management Council Filipina, Romina Marasigan, menyebut situasi di lapangan sangat menantang.
Sebelumnya, badai paling mematikan pernah pula menghantam Filipina, yaitu badai Haiyan pada November 2013.
Ribuan orang tewas karena badai ini, selain infrastruktur yang hancur total.(*/kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-badai_20151225_135843.jpg)