BERITA POPULER

Pencipta Lagu Jaran Goyang Ingin Bertemu Nella Kharisma & Sosok Kontroversial Cania Citta Irlanie

Cerita tentang pencipta lagu Jaran Goyang menjadi berita yang paling banyak diakses oleh pembaca tribunjogja.com, Rabu (20/12/2017).

Tayang:
(Youtube/DD Star Record)
Lagu Jaran Goyang dari pedangdut Nella Kharisma di Youtube 

Dia berharap dapat lebih mengenal penyanyi yang telah mempopulerkan lagunya tersebut secara langsung.

"Ya simbiosis mutualisme lah, Nella terkenal karena laguku, laguku bisa dikenal juga karena Nella," lanjut Andi.

Namun karena belum adanya kesempatan, membuat Andi belum bertemu dengan Nella, besar harapan Andi untuk dapat bertemu dengan penyanyi yang mempopulerkan lagu ciptaannya tersebut. 

Sosok Kontroversial Cania Citta Irlanie

Acara Indonesia Lawyers Club (ILC) selalu menyisakan perdebatan hangat di kalangan masyarakat.

Termasuk pula acara ILC pada Selasa (19/12/2017), yang membahas soal peraturan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang zina dan LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender/transeksual).

Beberapa pihak menyebut jika MK melegalkan zina dan LGBT.

Banyak pembicara menghadiri acara tersebut, salah satunya adalah Cania Citta Irlanie.

Setelah acara itu, Cania jadi sorotan warganet, karena pernyataan dan cara berpikirnya dianggap kontroversial.

Di video cuplikan yang ditayangkan laman Facebook Muslimina, Cania berbicara pada Karni Ilyas, bahwa negara campur tangan terlalu jauh jika negara sampai mengurusi dengan siapa seseorang harus berhubungan seks.

Menurutnya, hal itu tidak sesuai dengan kemerdekaan Indonesia, karena masih mengekang kehidupan warga negaranya.

Ia juga berdebat soal makna Ketuhanan Yang Maha Esa pada sila pertama Pancasila, yang juga menjadi sumber hukum di Indonesia.

Ternyata pendapat Cania tak disepakati sebagian besar warganet.

Menurut mereka, pemikiran Cania terlalu liberal dan bertentangan dengan prinsip agama, serta nilai-nilai yang berkembang di Indonesia.

Namun di akhir acara, mantan Ketua MK Mahfud MD menegaskan bahwa lembaga yang pernah dipimpinnya itu tidak melegalkan zina dan LGBT.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved