Kapolres Magelang Bakal Tindak Tegas Ormas-ormas yang Melakukan Sweeping Saat Natal

kegiatan sweeping yang dilakukan oleh ormas dapat memicu terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban, dan perpecahan di masyarakat.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Kepala Polisi Resort Magelang, AKBP Hari Purnomo, saat memeriksa kelengkapan armada jelang Ops Lilin Candi 2017 untuk pengamanan selama natal dan tahun baru, di Lapangan Soepardi, Sawitan, Mungkid, Magelang, Kamis (21/12/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kepala Polisi Resort Magelang, AKBP Hari Purnomo menyatakan akan menindak tegas ormas-ormas yang berencana melakukan aksi sweeping selama perayaan Natal Tahun 2017 di Kabupaten Magelang.

Pihaknya tidak mengizinkan adanya ormas yang mengatasnamakan agama tertentu yang hendak melakukan aksi intoleransi tersebut.

Dikatakannya, kegiatan sweeping yang dilakukan oleh ormas dapat memicu terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban, dan perpecahan di masyarakat.

"Kami minta jika ada kelompok atau ormas tertentu hendak melakukan tindakan yang memperkeruh suasana,dengan melakukan sweeping dan melakukan kegiatan intoleransi, atas nama hukum, kami akan lakukan tindakan tegas," ujar Hari, Kamis (21/12/2017), usai gelar operasi Lilin Candi 2017 di Lapangan drh Soepardi, Sawitan, Mungkid, Kabupaten Magelang.

Lanjut Hari, pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya aksi sweeping diantaranya dengan melakukan penjagaan di seluruh tempat peribadatan dan lokasi kegiatan yang diperkirakan menjadi sasaran sweeping oleh kelompok-kelompok masyarakat.

Pihaknya juga menggalang kelompok-kelompok masyarakat tertentu agar tidak melakukan tindakan yang memperkeruh suasana.

"Kami sudah lakukan langkah preventif preemtif jauh-jauh hari, kami galang mereka, kelompok-kelompok tertentu agar tidak melakukan aksi sweeping, kami galang masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang memperkeruh suasana," ujarnya.

Hari mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan potensi kerawanan gangguan keamanan di wilayah Kabupaten Magelang.

Sejumlah ancaman yakni aksi terorisme, kejahatan konvensional, kemacetan sampai ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok.

"Kami melakukan antisipasi tempat-tempat dijadikan aksi serangan teror, gereja, kantor polisi, dan kantor pemerintah yang menjadi sasaran. Tempat peribadatan seperti gereja, obyek wisata candi borobudur dan candi mendut, juga tak luput dari pengamanan," ujarnya.

Pihaknya pun meminta partisipasi masyarakat untuk turut menjaga perayaan natal dan malam pergantian tahun baru, sehingga dapat terselenggara aman, nyaman dan lancar.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved