STTN BATAN Resmikan Laboratorium Distributed Control System

Laboratorium DCS ini telah diresmikan langsung oleh Kepala BATAN Prof Dr Djarot Sulistio Wisnubroto.

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir - Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN - BATAN) menambah fasilitas pendidikannya, berupa Laboratorium Iradiator Gamma, Dormitory serta fasilitas Distrubuted Control System Selasa (19/12/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Selain meresmikan Laboratorium Iradiator Gamma, dan Dormitory, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir - Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN - BATAN) juga meresmikan Laboratorium Distributed Control System (DCS), Selasa (19/12/2017).

Laboratorium DCS ini telah diresmikan langsung oleh Kepala BATAN Prof Dr Djarot Sulistio Wisnubroto.

DCS adalah suatu sistem terkomputerisasi untuk suatu proses, dimana pengendali didistribusikan melalui suatu proses.

Dalam proses ini, pengendali didistribusikan melalui sistem yang dapat dikendalikan semua orang dengan cepat dan mudah.

"DCS itu seperti pabrik besar dengan suhu, tekanan dan kecepatan aliran yang berbagai macam itu diintegrasikan dijadikan satu di dalam satu display komputer," jelas Prof Dr Djarot Sulistio Wisnubroto.

Sehingga, jika ada perubahan di satu sisi dapat dilakukan pengaturan kembali di tempat lain hanya menggunakan komputer.

"Ini semacam miniatur pabrik yang ada banyak hal yang  harus dikendalikan, kalau ini dirubah di tempat lain juga dirubah gimana caranya itu terkomputerisasi dalam kendali yang terpadu," paparnya kepada awak media.

Menurutnya, laboratorium DCS ini penting bagi mahasiswa supaya mereka kelak dapat menghadapi situasi ketika nantinya mereka bekerja di industri.

"Meskipun ini (Laboratorium DCS) lebih sederhana daripada di pabrik, tapi paling tidak mereka sudah pernah belajar dan mengetahui sehingga tidak perlu menyesuaikan waktu yang lama," imbuhnya.

Penambahan fasilitas laboratorium DSC di STTN BATAN ini turut menggandeng PT Yokogawa sebagai penyedia.

Fasilitas yang ada ini akan digunakan oleh 3 program studi yaitu Teknokimia Nuklir, Elektronika Instrumentasi dan Elektro Mekanika untuk belajar terkait praktikum proses. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved