Tak Disangka, Sebelum Jadi Polwan, Rima Pernah Jadi Buruh Pabrik Cat

Tinggal dirumah dan melepas pekerjaannya di pabrik cat, artinya Rima harus mulai dari awal lagi untuk mencari pekerjaan.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: oda
tribunjogja/ahmad syarifudin
Bripda Rima Nuraini, saat bertugas di Sat Binmas Polresta Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Nasib manusia memang selalu memiliki jalannya sendiri untuk berubah.

Begitu juga yang dialami Rima Nuraini, Dara Manis kelahiran Madiun, 22 tahun silam.

Sebelum menjadi polwan di Polresta Yogyakarta, ia mengaku sempat menjadi buruh di salah satu pabrik cat di daerah Bogor, Jawa barat.

"Waktu sekolah di SMK negeri 2 Depok, saya ambil Kimia Analis, setelah lulus sempat kerja di pabrik cat selama satu tahun," ujar Rima mengenang masa itu.

Satu tahun menekuni pekerjaan sebagai Quality kontrol di pabrik cat di daerah Bogor, Rima mengaku sering diminta pulang oleh kedua orang tuanya.

Alasannya, karena Rima sendiri merupakan anak perempuan satu-satunya di keluarga.

Sebagai tanda bakti, perempuan yang mengaku hobi bermain basket ini akhirnya mengalah dan menuruti keinginan orang tua untuk pulang dan tinggal di Ngemplak, Sleman.

Tinggal dirumah dan melepas pekerjaannya di pabrik cat, artinya Rima harus mulai dari awal lagi untuk mencari pekerjaan.

Ditengah kegundahan itu, Rima mengaku memberanikan diri untuk mendaftar sebagi anggota polisi tahun angkatan 2015.

Takdir manusia memang sangat tidak diduga, sekali mendaftar, Rima dinyatakan lolos dan mengikuti sekolah Polwan di Ciputat selama tujuh bulan.

"Pulang dari Ciputat, tugas pertama di sabhara selama 3 bulan, kemudian digeser di Sat Binmas sejak mei 2016 hingga sekarang," tutur Rima Nuraini.

Ketika disinggung tentang cita-cita kedepan, alumni SMK negeri 2 Depok ini hanya melemparkan senyuman.

Saat ini, ia mengaku hanya ingin terus belajar dan gigih mengabdi untuk kepolisian. Persoalan cita-cita kelak ia menjadi apa dan siapa, semua ia serahkan kepada Tuhan dan takdir yang menjawabnya.

Baginya, kunci dari semua urusan adalah dengan mematuhi peraturan dan peduli kepada sesama.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved