Tambang Longsor di Magelang

Longsor di Area Pertambangan Merapi, Ada 3 Armada Tertimbun

Hingga Senin siang saat ia membuat postingan, sudah ada empat orang yang berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia.

Penulis: say | Editor: oda
facebook
Longsor di Area Pertambangan Merapi 

TRIBUNJOGJA.COM - Kejadian miris dikabarkan terjadi di area pertambangan Bego Pendem kawasan Gunung Merapi, tepatnya di sungai Bebeng, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Senin (18/12/2017) terjadi longsor di area tersebut, sehingga menimbulkan sejumlah korban jiwa.

Sebagaimana disampaikan warganet Zam Zani Damasta di grup Info Cegatan Jogja, longsor itu memakan banyak korban jiwa.

Longsor di Area Pertambangan Merapi
Longsor di Area Pertambangan Merapi (facebook)

Hingga Senin siang saat ia membuat postingan, sudah ada empat orang yang berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia.

Padahal katanya, ada lebih kurang 17 orang dan tiga armada yang tertimbun.

"Barang kali blm ada yg share, abaikan bila sudah. Kejadian di lereng merapi sungai bebeng jateng.pertambangan bego pendem longsor dan memakan bnyak korban ...info sementra 4 yg sdh terevakuasi kondisi MD.di perkirakan ada 17 orng untuk korban..tiga armda yg tertimbun," kata Zam.

Longsor di Area Pertambangan Merapi
Longsor di Area Pertambangan Merapi (facebook)

Sedangkan warganet Tyo Sadewo membagikan foto nomor rekam medis beserta nama dan alamat orang-orang yang disebutnya sebagai daftar korban.

Berdasarkan foto yang dibagikan Tyo, para korban dibawa ke RSUD Muntilan.

Foto nomor rekam medis beserta nama dan alamat orang-orang yang disebutnya sebagai daftar korban.
Foto nomor rekam medis beserta nama dan alamat orang-orang yang disebutnya sebagai daftar korban. (facebook)

Saat dihubungi TribunJogja.com, Tyo membenarkan soal informasi yang ia berikan.

"Iya benar. Update jam 12, ada tambahan satu lagi. Jadi sembilan orang korbannya. Kronologinya saya kurang tahu. Itu info dari teman saya yang relawan di sana," kata Tyo.

Hingga berita ini diturunkan, Tribunjogja masih mengumpulkan data dan konfirmasi di lokasi kejadia, terlebih terkait jumlah korban dan kronologinya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved