Empat Cewek dan Satu Waria Keluarkan Rayuan Maut Saat Tertangkap Main Judi di Kos
Terungkapnya judi domino di rumah kos ini berawal dari laporan masyarakat yang mendapati di dalam salah satu kamar kos
TRIBUNJOGJA.com, LAMONGAN - Asyik menggelar judi, empat cewek kos dan seorang waria diamankan anggota Reskrim Polsek Babat, Lamongan.
Para pelaku tersebut diamankan di rumah kos Salsabila kamar nomor 9 lingkungan Roworejo, Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jumat (15/12/2017) petang.
Kelima penjudi ini bukan asal daerah Babat. Dua pelaku dari luar Lamongan, sementara tiga lainnya dari Kesambi Pucuk dan Sugio, Lamongan.
Terungkapnya judi domino di rumah kos ini berawal dari laporan masyarakat yang mendapati di dalam salah satu kamar kos itu kerap dijadikan tempat judi.
Informasi ini kemudian diselidiki polisi. Agar tidak tercium para pelaku, polisi mengatur strategi.
Tepat di kamar kos nomor 09 lima penjudi, empat cewek dan seorang waria berhasil diamankan berikut barang buktinya. Mereka tidak bisa berkutik saat dikepung polisi dari berbagai arah.
Karena rata-rata cewek, diantara mereka spontan langsung berteriak dan mencoba merayu petugas dengan gaya memelasnya.
"Ini hanya untuk ngisi waktu kosong pak. Gimana pak," kata Indah Sari sembari merengek ke petugas memohon belas kasihan.
Namun petugas tak terpengaruh dengan bujuk rayu lima penjudi yang bekerja di hiburan malam ini. Mereka tetap digiring ke Polsek Babat.
Kelima penjudi itu adalah, Yolanda (20) penghuni kamar nomor 1asal Karangasem Cawas Klaten Jateng, Uliatun (35) penghuni kamar nomor 2 asal Desa Kesambi RT 10 RW 10 Pucuk Lamongan, dan Ririat Yuniar Trissanti (34) penghuni kamar nomor 14 asal Dusun Bumirejo Desa Sawojajar RT 03 RW 01 Kecamatan Kota Bumi Utara Kabupaten Lampung Utara.
Lalu Indah Sari (19) dan seorang waria, Aming (22) yang punya nama malam Veronika, keduanya asal Dusun Biting Desa Gondang Kecamatan Sugio Lamongan.
Dalam perjalanan di atas mobil patroli, diantara tersangka ini masih merengek memelas dan merayu petugas tidak melanjutkan perkaranya.
Seorang anggota reskrim, Brigadir Sumarsono yang turut dalam penangkapan, adalah petugas yang paling banyak kena rayuan.
"Rayuan, ngalem, itu yang muncul. Intinya minta dilepas," ucapnya, kepada Surya.
Karena ini masuk tindak pidana dan menjadi penyakit masyarakat. Rayuan para cewek itu tidak digubris petugas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/judi_1812_20171218_063631.jpg)