September 2017: Kisah Sopir Bus Eka Hingga Penyanyi Dangdut Lakukan Hal Ini Pada Mempelai Pria
Dia diduga kehabisan darah setelah terluka kena lemparan batu di bagian kaki saat mengemudi.
Penulis: Hanin Fitria | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM - Bulan September 2017 lalu terdapat kisah yang sangat viral mengenai cerita sopir bus Eka yang harus meregang nyawa karena berkorban demi antarkan penumpang.
Suasana duka menyelimuti sebuah rumah di Sumber Jetis, RT 3 RW 7, Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (31/8/2017) malam.
Pemilik rumah ini adalah Misdi (51), sopir bus patas PO Eka jurusan Surabaya-Magelang.
Ayah tiga anak itu meninggal Kamis dini hari.
Dia diduga kehabisan darah setelah terluka kena lemparan batu di bagian kaki saat mengemudi.
Musibah ini terjadi saat Misdi mengemudikan bus dari Surabaya ke Magelang via Yogyakarta.
"Awalnya saya menelepon suami hari Kamis, pukul 01.30 pagi. Beliau masih berada di Mantingan, Ngawi, ketika itu. Saya tak punya firasat apa pun. Hanya saya tak bisa tidur," ungkap Nanik.
Sekitar pukul 03.00, lanjut dia, Misdi balik meneleponnya.
"Waktu itu beliau setengah berteriak di hape, 'Aku disawat (saya dilempar batu). Kejadiannya di Masaran, Sragen,'" ujar Nanik menirukan omongan Misdi.
Merasa panik, Nanik langsung bertanya kepada suaminya mengenai ukuran batu tersebut.
"Besar, kena kaki saya," paparnya mengulangi suara Misdi di telepon.
Namun, sang suami menyatakan baik-baik saja sehingga tak ada yang perlu dikhawatirkan.
Meski merasa gundah, Nanik berusaha tenang mendengar perkataan tersebut.
"Dia bilang masih bisa nyopir," jelas Nanik seraya mengusap air mata menggunakan tisu.
Dalam keadaan terluka, Misdi masih bisa membawa bus tersebut ke Terminal Tirtonadi, Solo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bus-eka-kena-lempar-batu-7_20170904_123227.jpg)