Diterjang Banjir, Jembatan Klayar Rusak

Jembatan yang diresmikan pada tahun 2016 ini mengalami kerusakan pada bagian oprit, pipa sandaran, dan talud.

Penulis: trs | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Tris Jumali
Pipa sandaran dan talud jembatan klayar mengalami kerusakan, Kamis (14/12/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Tris Jumali

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Tejo Suprapto, Kepala Dusun Klayar mengatakan meskipun jembatan di Dusun Klayar, Kedungpoh, Nglipar, Gunungkidul masih bisa dilewati oleh warga, namun dirasa masih memerlukan perbaikan yang tidak sedikit pada bagian-bagian jembatan, Kamis (14/12/2017).

Akibat banjir yang melanda Dusun Klayar, Selasa (28/11/2017), jembatan yang diresmikan pada tahun 2016 ini mengalami kerusakan pada bagian oprit, pipa sandaran, dan talud.

"Karena itu (jembatan) penting juga, perbaikan di kanan kiri jembatan, drainase juga hancur, talud hancur, tetap penting jembatan itu," tandas Tejo.

Kondisi pipa sandaran jembatan sendiri tampak putus, berdasarkan keterangan Tejo, putusnya pipa tersebut dikarenakan tertabrak batang pohon yang terbawa arus banjir.

Lalu oprit atau jalan pendekat menuju jembatan bergeser ke pekarangan rumah warga.

Setelah Dusun Klayar tidak terisolir karena banjir, Selasa (28/11/2017), DPUPRKP Gunungkidul langsung melakukan survey untuk menghitung kerusakan infrastruktur di sana.

"Perbaikannya (jembatan) kita belum tahu pasti, tapi itu otomatis jadi tanggung jawab pemerintah daerah," katanya.

Selain itu, jalan yang baru saja dalam proses pembuatan dari Sokoliman-Nglebak dengan panjang sekitar dua kilometer mengalami kerusakan.

Padahal jalan tersebut baru rampung beberapa ratus meter, namun terpaksa berhenti karena ada bencana.

"Kasian juga sama pemborongnya, uruknya habis, belum ada aspal, baru dihaluskan kemudian di hajar banjir, tapi mungkin bagian dari resiko, kita juga tidak bisa menyalahkan siapapun, akhirnya dikerjakan kembali," jelasnya.

Prapto Hartono, Staf Bina Marga DPUPRKP Gunungkidul mengatakan, setelah melakukan survey di Klayar, ia mendapati total perbaikan yang akan dilakukan berkisar Rp 1,2 miliar.

Perbaikan tersebut akan dianggarkan pada APBD 2018.

"Perbaikannya termasuk aspal, dan oprit jembatan. Taludnya juga, karena habis diterjang banjir, jadi itu masuk dalam perbaikan juga," terang Prapto.

Kerusakan jembatan Klayar jika dibandingkan dengan jembatan yang lainnya, bagi Prapto masih terbilang relatif tidak terlalu parah, karena dari sisi konstruksinya masih utuh, dan biaya pekerjaan opritnya relatif kecil dibandingkan dengan pekerjaan pokoknya.

"Jembatan Klayar kalau dilihat dari kerusakannya, dua bulan mungkin bisa diselesaikan," jelasnya.

Ia berharap, APBD 2018 bisa disiapkan lebih awal agar bisa dilakukan pengerjaan perbaikan secepatnya.

Ia menuturkan pengerjaan bisa saja dari bulan Maret Februari, April sampai Juni, atau Juli sampai September untuk penanganan perbaikan pada tahun 2018. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved