Bukan Sekali Saja Pencuri Satroni Pasar Wates
Adanya aksi pencurian itu tentu saja menimbulkan pertanyaan terkait sistem keamanan di pasar terbesar di Kulonprogo tersebut.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Aksi pencurian di Kios Sumilah di Pasar Wates bukan kejadian kali pertama.
Pada Maret 2017 lalu, kejadian serupa juga pernah terjadi.
Pemilik kios, Sumsarah mengatakan, pada Maret lalu memang kejadian yang sama menimpanya.
Saat itu puluhan slop rokok hilang digondol pencuri.
Kejadian terulang lagi pada Rabu (13/12/2017) di mana ia menderita kerugian hingga Rp15 juta lantaran puluhan slop rokok raib.
"Nilai kerugian yang saya alami akibat kejadian itu sekitar Rp8 juta. Kalau kejadian kali ini, ada 90 slop rokok yang hilang," kata Sumsarah.
Informasi dihimpun, selama rentang waktu 2017 ini, sudah ada beberapa aksi pencurian lain yang terjadi di Pasar Wates.
Padahal, pasar tersebut cenderung tak pernah sepi dari aktivitas masyarakat.
Selepas pasar tutup pada sore hari, halamannya dipenuhi pedagang kaki lima penjaja kuliner yang beroperasi hingga larut malam.
Baca: Pencuri Satroni Pasar Wates, Gondol Puluhan Slop Rokok
Setelah itu, keramaian masih berlangsung oleh aktivitas pasar pagi.
Hanya memang, lampu-lampu di dalam pasar selalu dimatikan saat malam hari dan hanya dihidupkan ketika petugas melakukan patroli.
Pasar tersebut juga tidak dilengkapi kamera pengintai atau CCTV (Closed Circuit Television).
Adanya aksi pencurian itu tentu saja menimbulkan pertanyaan terkait sistem keamanan di pasar terbesar di Kulonprogo tersebut.
Namun begitu, Koordinator Pengelola Pasar Wates, Juni Pristiwanto mengklaim bahwa pengamanan pasar sudah cukup optimal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/polisi-melakukan-olah-tkp-di-pasar-wates_20171213_122133.jpg)