Cegah Wabah Difteri dengan 5 Langkah Berikut Ini
Data Kementerian Kesehatan menujukkan sampai dengan November 2017, ada 95 kabupaten dan kota dari 20 provinsi yang melaporkan kasus difteri.
Hal ini dilakukan agar anak segera mendapat pengobatan dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah anak benar menderita difteria.
3. Seluruh Anggota Keluarga Serumah Harus Segera Diperiksa Dokter
Untuk memutuskan rantai penularan, seluruh anggota keluarga serumah harus segera diperiksa oleh dokter.
Tujuannya untuk mengetahui, apakah mereka juga menderita atau karier (pembawa kuman) difteri dan mendapat pengobatan (eritromisin 50mg/kg berat badan selama 5 hari).
4. Anggota Keluarga yang Dinyatakan Sehat
Anggota keluarga yang telah dinyatakan sehat, segera dilakukan imunisasi DPT.
Jika belum pernah mendapat DPT, imunisasi primer DPT diberikan tiga kali dengan interval masing-masing 4 minggu.
Apabila imunisasi belum lengkap segera dilengkapi (lanjutkan dengan imunisasi yang belum diberikan, tidak perlu diulang).
Jika imunisasi primer (di bawah 1 tahun) telah lengkap, Anda perlu ditambah imunisasi DPT ulangan 1x.
5. Deman, Bengkak dan Nyeri
Masyarakat harus mengetahui dan memahami bahwa setelah imunisasi DPT, kadang-kadang timbul demam, bengkak dan nyeri ditempat suntikan DPT.
Ini reaksi normal dan akan hilang dalam beberapa hari.
Bila anak mengalami demam atau bengkak di tempat suntikan, boleh minum obat penurun panas parasetamol sehari 4 x sesuai umur.
Sering minum jus buah atau susu, serta pakailah baju tipis atau segera berobat ke petugas kesehatan terdekat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/difteri_20171207_114017.jpg)