Cegah Wabah Difteri dengan 5 Langkah Berikut Ini
Data Kementerian Kesehatan menujukkan sampai dengan November 2017, ada 95 kabupaten dan kota dari 20 provinsi yang melaporkan kasus difteri.
TRIBUNJOGJA.COM - Penyakit Difteri yang mewabah di 20 provinsi di Indonesia telah meresahkan banyak masyarakat.
Difteri yang dikategorikan penyakit nyaris punah ini kembali muncul, bahkan menghantui warga.
Kejadian ini pun disebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Kementerian Kesehatan.
Difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit.
Melansir situs berita BBC Indonesia, Selasa (5/12/2017) data Kementerian Kesehatan menujukkan sampai dengan November 2017, ada 95 kabupaten dan kota dari 20 provinsi yang melaporkan kasus difteri.
Secara keseluruhan terdapat 622 kasus, 32 di antaranya meninggal dunia.
Meskipun begitu, masyarakat tidak perlu khawatir.
Masyarakat bisa mengenali tanda infeksi difteri pada anak dan melakukan upaya pencegahannya.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam pernyataan resmi di situs idai.or.id, mengatakan upaya pencegahan harus dilakukan bersama-sama dengan tindakan deteksi dini kasus, pengobatan kasus, rujukan ke rumah sakit, mencegah penularan, dan memberantas karier.
Berikut Tribunnews.com merangkum upaya pencegahan difteri dilansir dari idai.or.id.
1. Nyeri Tenggorokan Disertai Bunyi Seperti Mengorok
Segera ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat jika anak mengeluh nyeri tenggorokan disertai suara berbunyi seperti mengorok (stridor).
Khususnya anak berumur di bawah 15 tahun.
2. Bawa ke Rumah Sakit
Anak harus segera dirawat di rumah sakit apabila dicurigai menderita difteria.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/difteri_20171207_114017.jpg)