Tanggul Sungai Sein Jebol, Air Meluap Rendam Pemukiman di Panjatan, Kulonprogo

Air meluap menggenangi persawahan dan pemukiman warga di Pedukuhan I dan II Krembangan.

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Pemukiman warga Krembangan, Panjatan tergenang air lagi setelah tanggul sungai Sein di timur desa tersebut jebol, Minggu (10/12/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Tanggul Sungai Sein di wilayah Desa Krembangan, Kecamatan Panjatan kembali jebol, Minggu (10/12/2017).

Air meluap menggenangi persawahan dan pemukiman warga di Pedukuhan I dan II Krembangan.

Jebolnya tanggul sungai dan tergenangnya pemukiman warga itu terjadi setelah hujan deras mengguyur semalaman sejak Sabtu (9/12/2017).

Menjelang Minggu pagi, air dari sungai mulai luber menggenangi sawah dan pemukiman warga.

Di areal pemukiman, ketinggian genangan air berkisar 20-40 centimeter dan beberapa di antaranya turut menggenang hingga ke dalam rumah.

"Sini sering banjir. Kalau tanggul jebol, sini pasti kebanjiran. Sudah dari jam enam pagi air menggenangi jalan. Untungnya tidak sampai masuk rumah saya, hanya menggenang di halaman," kata seorang warga Pedukuhan II Krembangan, Dwijo Suwarno (76).

Dia berharap ada upaya penanganan segera atas tanggul jebol tersebut.

Baca: Tanggul Sungai Sein Jebol, Ancam Warga Krembangan

Misalnya dengan melebarkan badan sungai sehingga kapasitas volume tampung air jadi lebih besar.

Dirinya khawatir genangan air semakin meninggi ketika hujan mengguyur kembali apabila tanggul tidak segera ditambal.

Jika itu terjadi, kejadian banjir yang membuat warga harus mengungsi seperti pekan lalu bisa terulang kembali.

Warga lainnya, Noto Suwondo mengatakan, air luapan sungai sempat membanjir ke dalam rumah pada Minggu pagi sekitar pukul 06.00.

Saat itu, ketinggian air didalam rumah sekitar 10 centimeter sedangkan di halaman rumahnya mencapai 40 centimeter.

Air berangsur surut menjelang siang.

"Tapi bangunan ruang tamu saya masih terendam air 10 cm karena letaknya memang lebih rendah dari rumah inti. Bangunan depan yang difungsikan untuk PAUD juga masih tergenang air," katanya.(TRIBUNJOGJA.COM).

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved