TribunJogja/

Banjir dan Longsor DIY

Tanggul Sungai Sein Jebol, Ancam Warga Krembangan

Ada dua titik kerusakan tanggul di sungai yang airnya berasal dari irigasi Sungai Serang, Sentolo, dan Peni lalu bermuara ke Pantai Trisik, Galur.

Tanggul Sungai Sein Jebol, Ancam Warga Krembangan
TRIBUNJOGJA.com / Singgih Wahyu
Siklon Cempaka yang berhembus di Kulonprogo beberapa waktu lalu membawa kerusakan pada tanggul Sungai Sein di Pedukuhan II Desa Krembangan, Kecamatan Panjatan. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Siklon Cempaka yang berhembus di Kulonprogo beberapa waktu lalu membawa kerusakan pada tanggul Sungai Sein di Pedukuhan II Desa Krembangan, Kecamatan Panjatan.

Tanggul itu jebol karena tidak sanggup menahan derasnya aliran sungai karena debit air yang meluap.

Ada dua titik kerusakan tanggul di sungai yang airnya berasal dari irigasi Sungai Serang, Sentolo, dan Peni lalu bermuara ke Pantai Trisik, Galur.

Titik pertama tanggul jebol selebar lebih dari 20 meter dan titik kerusakan lainnya terjadi pada talut yang pernah dipasang.

"Devit air saat itu terlalu besar sehingga tanggulnya jebol," jelas Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, Selasa (5/12/2017).

Perbaikan tanggul menurutnya perlu segera dilakukan karea saat ini cuaca cukup mendukung.

Namun, perbaikan itu diperkirakan bakal menemui kendala karena sempitnya akses jalan untuk mengangkut material serta tekstur tanah yang cenderung masih lunah sehingga rawan ambles.

Hasto mengatakan perbaikan tanggul ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Kulonprogo mengingat sebelumnya pernah terjadi banjir besar pada 1995 dan dalam tiga tahun terakhir meski tak separah yang terjadi saat ini.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPU PKP) Kulonprogo, DPU dan Energi Sumber Daya Mineral Daerah Istimewa Yogyakarta, Tim Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, dan pihak ketiga.

Sementara itu, warga dan aparat setempat di Desa Karangwuni, Kecamatan Wates juga melakukan pembuatan tanggul darurat di aliran Sungai Serang.

Pasalnya, ada dua titik tanggul di Pedukuhan Karanganyar yang kondisinya cukup mengkhawatirkan karena tergerus erosi dan rawan jebol.

Tanggul darurat dibuat dengan menata karung berisi pasir.

"Kami mendapat suplai karung dari BPBD Kulonprogo dan melibatkan 150 warga dalam pekerjaan ini. Kalau tidak diperbaiki, dikhawatirkan tanggul jebol saat hujan deras turun dan aliran sungai meluap," kata Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Karangwuni, Sunardi.(*)

Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help