Siklon Sempat Pengaruhi Harga Beras di DIY

Bahkan stok beberapa jenis bahan pokok, seperti beras, gula pasir dan minyak goreng stok aman sampai dua bulan kedepan.

Penulis: dnh | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri Gozali
Staff Ahli Bidang Perdagangan Jasa pada Kementrian Perdagangan RI, Lasminingsih berbincang dengan pedagang saat meninjau harga sembako di Pasar beringharjo, Kota Yogyakarta, Jumat (8/12/2017). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan stok dan harga sembako jelang Natal dan tahun baru. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah memastikan stok barang kebutuhan pokok untuk kebutuhan Natal dan tahun baru di Daerah Istimewa Yogyakarta mencukupi.

Bahkan stok beberapa jenis bahan pokok, seperti beras, gula pasir dan minyak goreng stok aman sampai dua bulan kedepan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Staf Ahli Bidang Perdagangan dan Jasa Kementerian Perdagangan RI, Lasminingsih. Lasminingsih mengatakan dari pantauan yang dilakukan oleh pihaknya bersama tim dan satgas pangan seperti di Pasar Beringharjo pada Jumat (8/12/2017) stok bahan pokok dalam kondisi aman dan cukup, serta dengan harga yang relatif stabil.

“Alhamdulilah suplainya banyak, jadi stok cukup, malah ada yang cukup untuk beberapa waktu dengan harga yang relatif stabil. Ada sedikit kenaikan pun bisa ditolelir, seperti ayam, cabai karena memang saat ini kita dalam situasi musim yang kurang bersahabat,” katanya di kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY.

Selain itu, Lasminingsih juga mengatakan bahwa beras juga sedikit mengalami kenaikan karena ada siklon tropis namun diklaim sudah bisa dikendalikan dan naiknya tidak signifikan antara Rp 100 hingga Rp 200 dan stoknya mencukupi.

Sementara untuk daging sapi harga masih berkisar diatas Rp 100 ribu per kilogram dan harga ini menurutnya masih sama dengan yang sebelumnya.

Staff Ahli Bidang Perdagangan Jasa pada Kementrian Perdagangan RI, Lasminingsih berbincang dengan pedagang saat meninjau harga sembako di Pasar beringharjo, Kota Yogyakarta, Jumat (8/12/2017). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan stok dan harga sembako jelang Natal dan tahun baru.
Staff Ahli Bidang Perdagangan Jasa pada Kementrian Perdagangan RI, Lasminingsih berbincang dengan pedagang saat meninjau harga sembako di Pasar beringharjo, Kota Yogyakarta, Jumat (8/12/2017). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan stok dan harga sembako jelang Natal dan tahun baru. (TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri Gozali)

Terkait dampak Siklon Tropis Cempaka yang menerjang DIY beberapa waktu lalu dan mengakibatkan kerusakan, menurutnya tidak terlalu berpengaruh terhadap distribusi dan ketersediaan kebutuhan pokok, karena tim dari pemerintah dan kepolisian bergerak cepat mengatasi kondisi lapangan.

Menurutnya, tim baik dari Dinas, Satgas Pangan dan Bulog tetap bersama menjaga suplai, stok bahan pokok dan harga.

“Kita tetap bersama-sama menjaga suplai stok bahan pokok dan harga sehingga diharapkan pada hari besar keagamaan masyarakat di DIY bisa mendapatkan barang pokok dengan mudah dan terjangkau,” katanya.

Kepala Disperindag DIY, Budi Antono menambahkan bahwa untuk komoditas yang mengalami kenaikan harga menjelang Natal dan tahun baru tidak terlalu signifikan dan terkendali.

Untuk komditi yang harganya naik menurutnya hal tersebut berkaitan dengan komoditi yang berkaitan dengan faktor cuaca.

“Cabai merah mencapai 50 persen, lalu telor naik yang biasanya harga 21-22 ribu menjadi 24 ribu, tadi ditanyakan langsung ditanyakan ibu di pasar. Bawang merah juga ada kenaikan, namun semua ini berpengaruh karena cuaca,” katanya.

Meski ada harga komoditas yang naik, namun ada pula komoditas yang mengalami penurunan.

Lasminingsih mengatakan seperti bawang putih yang sebelum Idul Fitri tahun ini mengalami kenaikan hingga Rp 60 ribu per kilogram.

Namun sekarang di pasar harganya bisa turun yakni dari Rp 20 ribu turun menjadi Rp 18 ribu dan turun ke angka Rp 16 ribu dan stok mudah.

Sementara itu Kepala Perum Bulog Divre DIY Miftahul Ulum mengatakan untuk beras stok cukup untuk dua bulan dan mencapai 7000 ton, khusus beras PSO diluar komersil.

Sementara itu untuk gula stoknya mencapai 3500 ton, daging sapi beku 1,5 ton.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved