Kampung Durian Mantenan Magelang, Surganya Penikmat Durian

Sembari menikmati udara dingin lereng pegunungan, wisatawan dapat makan buah durian dari Kampung Durian Mantenan dan menenggak minuman panas.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri K
Sofie turis asing asal Selandia Baru saat akan menjajal durian di Kampung Durian Mantenan, di Dusun Mantenan, Giyanti, Candimulyo, Magelang, Jumat (8/12/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Penyuka buah durian rasanya belum sah menjadi penggemar durian sejati jika belum berkunjung ke Kampung Durian di Dusun Mantenan, Kelurahan Giyanti, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang.

Di kampung Durian Mantenan ini masyarakat dapat menikmati buah durian yang diklaim berkualitas nomor satu di Kabupaten Magelang bahkan seantero Jawa Tengah.

Kenikmatan buah durian dari kampung Mantenan ini memang tiada tara, tak hanya digandrungi oleh para pecinta durian lokal saja, bahkan tersohor sampai luar negeri.

Buah durian di Kampung Mantenan berukuran besar, bahkan seringkali tanpa biji.

Rasanya manis seperti susu, ditambah rasa sedikit rasa pahit menambah nikmat saat lidah melumat legitnya daging buah yang putih kekuningan.

Seorang pegiat sekaligus pedagang durian di Kampung Durian Mantenan, Nurudin (30) mengatakan, kampung durian Mantenan memang sudah lama menjadi satu dari beberapa tempat incaran para pecinta buah durian.

Sejak dicanangkannya pada tahun 2014 lalu sebagai Kampung Durian, banyak masyarakat tak hanya dari Kabupaten Magelang saja, bahkan dari luar daerah, artis-artis, pejabat sampai turis mancanegara mendatangi tempat ini untuk menjajal kenikmatan buah durian Mantenan.

"Tahun 2014 dicanangkan, dan Kampung Durian ini adalah satu-satunya di Magelang. Durian di Candimulyo, khususnya di Mantenan ini memang dijamin nikmat. Makanya banyak dari pecinta durian yang datang ke sini jauh-jauh, hanya untuk menikmati durian Mantenan ini," ujar Nurudin.

Nurudin mengatakan, masyarakat Kecamatan Candimulyo khususnya di Dusun Mantenan ini memang sebagian besar memiliki pohon durian.

Setiap warga biasanya memiliki lebih dari 10 pohon bahkan bisa lebih dari 50 pohon.

Pohon-pohon durian tersebut merupakan pohon yang ditanam oleh masyarakat terdahulu puluhan tahun yang lalu.

Kini terus berbuah sampai sekarang.

"Saking banyaknya buah durian di sini, bahkan ada yang panen tiga hari itu ga selesai-selesai. Untuk memutari lahannya saja, seminggu bisa ga selesai," tuturnya.

Dikatakannya sebagian besar warga Mantenan berprofesi sebagai petani, pegawai kantoran, PNS, buruh.

Tetapi begitu musim panen durian tiba, mereka berubah menjadi pedagang buah durian.

"Kalau musim durian biasanya bulan November sampai Maret itu, tiba-tiba semua warga jadi pedagang durian dadakan. Hampir di sepanjang jalan menuju Candimulyo itu durian semua, berjejer-jejer di tepi jalan, " ujar Nurudin, Jumat (8/12/2017).

Produksi durian di Kampung Mantenan memang cukup besar.

Di lapak milik Nurudin saja, kurang lebih 100 buah durian terjual setiap hari.

Saat akhir pekan bahkan mencapai 150 buah habis terjual.

Harga buah durian yang ada di Kampung Durian Mantenan pun bervariasi, mulai dari Rp 15-25 ribu untuk ukuran kecil, Rp 35-50 ribu untuk ukuran sedang, dan Rp 60-100 ribu untuk ukuran besar.

Durian yang dijual di Kampung Mantenan ini paling banyak adalah durian lokal.

Namun untuk varietas lain juga tersedia, seperti durian orange dan merah.

Dinamakan itu karena warna daging buah durian yang merah.

"Meskipun buah durian berukuran kecil, tetapi isi buahnya tetap mantap. Semua buah dijamin oleh pedagang, kalau ada yang ga enak, langsung kami ganti, tetapi kami jamin semuanya berkualitas bagus, karena sudah kami pilih yang terbaik," ujar Nurudin.

Saat musim panen durian seperti ini, warga Mantenan seperti kebanjiran untung.

Warga mendapatkan pendapatan yang banyak dari hasil berjualan durian, keuntungan bisa 50 persen lebih.

"Kalau yang punya pohon tetapi tak punya tenaga, biasanya ditebas. Nah penebas-penebas ini yang banyak membeli durian-durian warga dan dijual kembali di sini. Untungnya bisa banyak," ujarnya.

Warga setempat pun memanfaatkan produksi durian yang besar ini dan menjadikannya daya tarik wisata kuliner durian di Kabupaten Magelang.

Sembari menikmati udara dingin lereng pegunungan, wisatawan dapat makan buah durian dari Kampung Durian Mantenan dan menenggak minuman panas.

"Kampung ini juga menjadi daya tarik wisata tersendiri, karena keunikannya sebagai produksi durian yang melimpah. Keindahan alamnya, juga tak kalah bagus. Ini dijadikan wisata kuliner yang tak kalah saing dibandinhkan wisata lain di daerah lain," ujarnya.

Selain warga lokal, turis mancanegara juga kerap mendatangi Kampung Durian Mantenan untuk menjajal kenikmatan buah durian Mantenan.

Satu di antaranya adalah Sofie, turis asal Selandia Baru yang baru saja menyambangi Bali.

Kebetulan dirinya juga menyukai buah durian, dirinya pun merasa tertarik untuk berkunjung ke Mantenan, di sela-sela vakansinya ke Candi Borobudur.

Menurutnya, buah durian adalah buah yang unik dan nikmat rasaya, meskipun tak banyak orang terlebih wisatawan manca menyukai aromanya.

"Saya bule tetapi saya suka durian. Pernah coba beberapa durian di jalan, tetapi di Mantenan ini rasanya lebih mantap dan legit. Saya pun merasa puas bisa datang ke sini langsung dan mencicipi buah durian Mantenan," ujarnya.

Dalam waktu dekat, Kampung Durian Mantenan dan Candimulyo juga akan menyelenggarakan Festival Durian, dimana pengunjung cukup menbayar sejumlah uang untuk makan durian sepuasnya.

Festival ini ditujukan untuk menarik kunjungan wisatawan ke Kampung Durian dan mempekenalkan durian ke masyarakat luas.(*)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved