Kampung Durian Mantenan Magelang, Surganya Penikmat Durian
Sembari menikmati udara dingin lereng pegunungan, wisatawan dapat makan buah durian dari Kampung Durian Mantenan dan menenggak minuman panas.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Penyuka buah durian rasanya belum sah menjadi penggemar durian sejati jika belum berkunjung ke Kampung Durian di Dusun Mantenan, Kelurahan Giyanti, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang.
Di kampung Durian Mantenan ini masyarakat dapat menikmati buah durian yang diklaim berkualitas nomor satu di Kabupaten Magelang bahkan seantero Jawa Tengah.
Kenikmatan buah durian dari kampung Mantenan ini memang tiada tara, tak hanya digandrungi oleh para pecinta durian lokal saja, bahkan tersohor sampai luar negeri.
Buah durian di Kampung Mantenan berukuran besar, bahkan seringkali tanpa biji.
Rasanya manis seperti susu, ditambah rasa sedikit rasa pahit menambah nikmat saat lidah melumat legitnya daging buah yang putih kekuningan.
Seorang pegiat sekaligus pedagang durian di Kampung Durian Mantenan, Nurudin (30) mengatakan, kampung durian Mantenan memang sudah lama menjadi satu dari beberapa tempat incaran para pecinta buah durian.
Sejak dicanangkannya pada tahun 2014 lalu sebagai Kampung Durian, banyak masyarakat tak hanya dari Kabupaten Magelang saja, bahkan dari luar daerah, artis-artis, pejabat sampai turis mancanegara mendatangi tempat ini untuk menjajal kenikmatan buah durian Mantenan.
"Tahun 2014 dicanangkan, dan Kampung Durian ini adalah satu-satunya di Magelang. Durian di Candimulyo, khususnya di Mantenan ini memang dijamin nikmat. Makanya banyak dari pecinta durian yang datang ke sini jauh-jauh, hanya untuk menikmati durian Mantenan ini," ujar Nurudin.
Nurudin mengatakan, masyarakat Kecamatan Candimulyo khususnya di Dusun Mantenan ini memang sebagian besar memiliki pohon durian.
Setiap warga biasanya memiliki lebih dari 10 pohon bahkan bisa lebih dari 50 pohon.
Pohon-pohon durian tersebut merupakan pohon yang ditanam oleh masyarakat terdahulu puluhan tahun yang lalu.
Kini terus berbuah sampai sekarang.
"Saking banyaknya buah durian di sini, bahkan ada yang panen tiga hari itu ga selesai-selesai. Untuk memutari lahannya saja, seminggu bisa ga selesai," tuturnya.
Dikatakannya sebagian besar warga Mantenan berprofesi sebagai petani, pegawai kantoran, PNS, buruh.