Banjir dan Longsor DIY

Tebalnya Material Longsor Girimulyo Sempat Sulitkan Pencarian Korban Tertimbun

Setelah korban berhasil dievakuasi, proses selanjutnya yakni membuka akses jalan alternatif menuju Samigaluh yang tertutup material longsoran itu.

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Dua korban tanah longsor di Girimulyo yang tertimbun material tanah akhirnya bisa ditemukan, Kamis (30/11/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Proses evakuasi dua korban longsor di Pedukuhan Ngroto, Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo, Kamis (30/11/2017) berjalan cukup cepat.

Sekitar tiga jam saja waktu yang dibutuhkan petugas gabungan dan warga setempat untuk mengevakuasi kedua korban.

Korban yang pertama kali ditemukan adalah Daladi Hadi Santoso (63) sekitar pukul 09.15 atau satu jam setelah proses pencarian lanjutan pada hari itu dimulai.

Beberapa menit kemudian jasadnya berhasil diangkat dari timbunan tanah.

Tanda-tanda keberadaan korban diketahui dari posisi tangan yang menyembul di antara tanah setelah digali petugas. 

Tak berselang lama kemudian ditemukan Heri Siswadi (30) dalam jarak sekitar dua meter di bagian atas titik penemuan  Daladi.

Namun, proses evakuasi jasadnya sedikit lama karena tebalnya material tanah yang menimbunnya.

Tubuhnya baru bisa diangkat sekitar pukul 11.06 WIB.

"Ketebalan tanah sektiar 1,5 -2 meter dan ini cukup merepotkan proses evakuasi korban," jelas Kasubsi Operasi Kantor Basarnas DIY, Aditya Dwi Hartanto di lokasi.

Posisi kedua korban ditemukan tak jauh dari titik lokasi rumah.

Dimungkinkan mereka masih berada di dalam bangunan rumah saat longsor terjadi mengingat di samping para korban juga ditemukan aneka perabotan seperti magicom, kasur, kayu dipan, dan lainnya.

Jasad korban yang pertama kali dievakuasi juga ditemukan tergeletak di bawah ranjang.

Kedua jasad korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Sleman untuk dipulasarakan dan kemudian diserahterimakan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Keberhasilan penemuan dua korban tersebut menandai dihentikannya proses pencarian. 

Kapolres Kulonprogo AKBP Irfan Rifai mengatakan, proses pencarian para korban pada Rabu (29/11/2017) sore sempat dihentikan lantaran saat itu hujan deras kembali mengguyur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved