Semangat Hafidh, Seorang Anak Difabel yang Bercita-cita Jadi Tentara

Hafidh mengalami Duchenner Dystrophy (DMD) atau pelemahan otot perlahan-lahan sejak beberapa tahun terakhir.

Penulis: Tantowi Alwi | Editor: oda
tribunjogja/tantowi alwi
Siti dan Hafidh saat ditemui di Lapangan Denggung, Sleman, Minggu (26/11/2017). 

"Kalau dia mau pipis, gurunya SMS saya, saya yang temenin Hafidh. Sekitar 7 menit naik motor dari rumah ke sekolah," ujar Siti.

Di sekolah jika ada sepuluh soal yang diberikan guru, Hafidh hanya menjawab sekuatnya saja karena tangannya pegal.

Dikatakan Siti, Hafidh makannya tidak banyak, karena capek mengunyah.

Hafidh, anak ketiga dari empat bersaudara ini pernah didorong adik kelasnya sampai jatuh dari kursi rodanya.

"Ceritanya saat itu Hafidh kuat dorong kursi roda sampai depan kelas, lalu datang adik kelasnya naik ke bagian belakang kursi roda, setelah didorong akhirnya jatuh," ujarnya.

Siti sangat berharap sekali dapat perhatian dari pemerintah

"Dengan kondisi anak DMD, kita minta bantuan minimal untuk suntik regenerasi sel. Saat ini pemerintah belum ada bantuan untuk meringankan beban kami," kata Siti.

Siti mengatakan pemerintah beralasan belum ada dana untuk memberikan bantuan yang dimintanya.

Selain itu Siti juga berpesan kepada orangtua yang senasib dengan dirinya untuk saling menyemangati satu sama lain.

"Meskipun punya keterbatasan, anak harus lebih disayangi dari yang sebelumnya. Anak-anak kita sangat butuh semangat dari orangtua," tutur Siti. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved