Ibu yang Balitanya Kecanduan Rokok Kesulitan Mencari Penyembuhan

Sejak setahun lalu, A kecanduan rokok setelah menangis semalaman tanpa diketahui penyebabnya.

Tayang:
Editor: Ari Nugroho
Kompas.com / Sukoco
Video seorang anak berusia 3 tahun yang asyik merokok yang beredar di Nunukan menjadi perbincangan warga. Anak laki laki yang mengenakan kaos warna merah tersebut terlihat asyik menikmati rokok yang dipegang dengan tangan kirinya tersebut. 

TRIBUNJOGJA.COM, NUNUKAN – Awi, ibunda A (3), mengaku sudah berupaya mencari berbagai cara agar anak balitanya itu berhentimerokok.

Sejak setahun lalu, A kecanduan rokok setelah menangis semalaman tanpa diketahui penyebabnya. 

"Saya sudah kesana-kemari, setiap orang pintar kami datangi agar anak saya bisa sembuh,” ujar Awi, Sabtu (25/11/2017).

Awi menceritakan, pada awalnya, anaknya bisa menghabiskan sampai 4 bungkus rokok tiap harinya.

Jika diminta berhenti merokok, anaknya akan memberontak dengan membanting barang yang ada.

Beberapa bulan terakhir setelah menemui salah satu tabib, kecanduan A terhadap rokok mulai berkurang.

"Sekarang satu hari habis satu bungkus rokok, sejak diobat oleh orang pintar," kata Awi.

Awi mengaku kesulitan biaya jika anaknya harus dibawa berobat ke dokter atau Rumah Sakit Umum Kabupaten Nunukan.

Baca: Dokter Ini Pernah Jadi Perokok, Ini Caranya Agar Berhenti Merokok

Selain jauh karena mereka tinggal di daerah perbatasan, biaya yang dibutuhkan untuk berobat juga cukup besar, mengingat suaminya hanya seorang sopir proyek pengerjaan jalan.

Video anak berusia 3 tahunan yang asyik merokok beredar di media sosial Whatsapp menjadi perbincangan warga Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara.

Video yang berdurasi 1 menit tersebut memperlihatkan anak dengan rambut pirang terlihat asyik mengisap rokok sambil mempermainkan batang rokok di tangan kirinya.

Sesekali dia membuang abu di ujung rokok dan kemudian mengisap kembali seperti gaya merokok orang dewasa.(TRIBUNJOGJA.COM)

Berita ini telah ditayangkan di Kompas.com dengan judul "Ibu yang Balitanya Kecanduan Rokok Kesulitan Mencari Penyembuhan."

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved