Kesenian Tari Garuda Memukau Pengunjung Jogja Gumregah 2017

Berbagai komunitas dan kesenian di Yogyakarta hadir guna turut serta meriahkan acara tahunan tersebut.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Tarian Garuda saat tampil di Festival Jogja Gumregah 2017, Jumat (23/11/2017) 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Festival Jogja Gumregah 2017 di Sanggarbambu, Tamantirto, Kasihan, Bantul berlangsung cukup meriah, meskipun diwarnai gerimis sejak pagi, Jumat (24/11/2017).

Berbagai komunitas dan kesenian di Yogyakarta hadir guna turut serta meriahkan acara tahunan tersebut.

Satu di antara kesenian yang hadir dan mampu memukau pengunjung yakni tarian Garuda dari Tedjo Badut.

Tarian ini cukup singkat namun unik.

Atraksi kesenian ini menampilkan sebuah tarian dengan kostum nyentrik, yakni sebuah Garuda lengkap dengan lambang  Pancasila di dadanya.

Tari Garuda dibawakan oleh tujuh orang, masing-masing orang menggunakan kostum berbeda-beda.

Lima orang sebagai pengering menggunakan kostum kain batik membawa wayang khas cerita nusantara.

Sementara satu orang lagi berkostum mengerikan selayaknya penjahat. Dan satu orang lagi yang paling unik, ia memakai Kostum garuda Pancasila berwarna keemasan.

Dalam tarian, ia berperan sebagai pahlawan yang mampu menyingkirkan penjahat dan menyatukan keberagaman.

Saat tampil dipanggung, para pengunjung tampak sangat terhibur dengan penampilan tarian Garuda tersebut.

Selayaknya sebuah simbol negara, Garuda Pancasila identik sebagai Pemersatu dari semua keberagaman yang ada.

Ketua Penyelenggara, Widihasto, dalam kata sambutannya mengatakan kesenian menjadi alternatif hiburan sehat bagi masyarakat, ketika negara sudah tak lagi mampu menghibur rakyatnya.

Menurut Widihasto, pihaknya jengah ketika negara saat ini hanya menyediakan hiburan, drama tiang listrik dan Bakpao.

"Hiburan semacam itu, kita tolak," ujar dia, Jumat sore.

Negara, lanjut Widihasto, sudah seharusnya menjadi pelayan bagi rakyat.

Oleh karena itu, urusan-urusan kesenian dan kebudayaan sudah sepatutnya juga difasilitasi negara.

Adanya even Jogja Gumregah yang mengundang semua komunitas ini nantinya diharapkan bisa menjadi ajang silaturahmi lintas generasi.

"Jadi bisa membawa refresh, kesegaran ide-ide baru untuk menggali budaya mendatang,"imbuh dia. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved