Dulunya Juru Smash, Kini Slamet Jadi Libero Tangguh

Pemain yang besar dari kompetisi voli antar kampung ini mengakui, posisinya sebagai libero memiliki peran yang sangat sentral.

Tayang:
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: oda
tribunjogja/hanif suryo nugroho
Slamet Rudianto, Libero Sukun Yuso Gunadharma. 

"Bedanya spiker itu butuh fisik serta kekuatan. Tapi seorang libero butuh mental dan juga feeling ball," ujar atlet kelahiran 1999 ini.

Mental seorang libero dibutuhkan untuk meredam smash keras yang pastinya mengarah kepadanya.

Menurut Slamet, apabila diawal pertandingan seorang libero tak mampu membangun mental tanding, bisa dipastikan hingga akhir pertandingan ia tak akan berbuat banyak karena mental telah kalah.

Sementara untuk feeling ball, menurutnya adalah kejelian libero dalam menebak arah jatuhnya bola, dan itu butuh waktu panjang untuk mengasahnya.

Pada gelaran LIVOLI Divisi Utama 2017 ini, Slamet menargetkan Sukun Yuso Gunadharma mampu tampil bagus, dan memcapai target yang dipatok oleh manajemen.

Ia juga bangga masih diberikan kepercayaan hingga saat ini untuk membela tim yang membinanya sejak usia dini. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved