Warga Kota Yogyakarta Diharapkan Waspadai Luapan Air dan Angin Kencang
Salah satu titik yang dinilai rawan longsor pada musim hujan adalah bekas talut tebing Sungai Code
Penulis: gil | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Memasuki musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta mengingatkan masyarakat untuk waspada banjir luapan air di bantaran sungai dan angin kencang.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kota Yogyakarta Agus Winarto mengatakan, sejak bulan November ini curah hujan meningkat sehingga potensi banjir juga meningkat.
Ia mengimbau masyarakat untuk waspada, khususnya warga bantaran sungai.
"Kita berharap masyarakat bantaran sungai bisa meningkatkan kewaspadaannya, meskipun bencana tidak diharapkan datang, tetapi kewaspadaan menjadi sebuah keharusan," ujar Agus, Selasa (21/11/2017).
BPBD pun telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta untuk melakukan pemangkasan dahan-dahan pohon yang rapuh.
Angin kencang berpotensi merubuhkan pohon-pohon dan menyebabkan korban luka seperti yang sering terjadi saat musim hujan.
Baca: Musim Hujan Datang, Logistik untuk Antisipasi Bencana Disiapkan
"Warga bantaran sungai harus waspada ketika air sungai sudah meluap dan masyarakat juga berhati-hati terhadap pohon-pohon besar termasuk benda-benda yang rawan tumbang atau roboh, agar dihindari dulu," jelasnya.
Ia menjelaskan, BPBD Kota Yogyakarta telah memasang sebanyak 80 alat peringatan dini (early warning system) dan CCTV di tiga sungai besar mengalir di wilayah Kota Yogyakarta, yakni Kali Code, Winongo, dan Gajah Wong.
Alat tersebut nantinya akan memberikan 'alarm' kepada warga bila banjir mulai datang.
"Peralatan penanganan awal saat bencana tiba juga sudah kita distribusikan ke wilayah melalui Kampung Tanggung Bencana (KTB). Warga pun sudah kami minta untuk rutin memantau di titik-titik yang dinilai rawan banjir maupun tanah longsor," jelasnya.
Ia pun meminta masyarakat atau relawan melapor ke BPBD atau instansi terkait lainnya jika menemukan indikasi awal terjadi tanah longsor.
Baca: DIY Siapkan Siaga Darurat Bencana Banjir dan Longsor
Salah satu titik yang dinilai rawan longsor pada musim hujan adalah bekas talut tebing Sungai Code di Kelurahan Terban yang longsor pada awal tahun karena belum diperbaiki sampai saat ini.
"Kewenangan sungai menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Serayu-Opak, sehingga kami hanya bisa mengingatkan warga yang tinggal di atas tebing supaya waspada, apalagi saat hujan deras," katanya.
Selain warga di bantaran sungai, Agus juga meminta seluruh warga termasuk di dalamnya relawan siaga bencana untuk selalu waspada.
Di Kota Yogyakarta terdapat 25 komunitas relawan berbasis masyarakat yang siap diterjunkan untuk membantu penanggulangan bencana. (TRIBUNJOGJA.COM)