Punya Sistem Pengolahan Limbah Canggih, Negara Ini Justru Kekurangan Sampah
Negara ini terpaksa impor sampah dari negara lain karena kekurangan pasokan limbah.
Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana | Editor: Muhammad Fatoni
50% limbah rumah tangga dibakar untuk menghasilkan energi di pabrik insinerasi.
Limbah adalah bahan bakar yang relatif murah dan dari waktu ke waktu, negara ini mengembangkan kapasitas dan kemampuan dalam pengolahan limbah menjadi lebih efisien dan menguntungkan.
Saking semangatnya merubah sampah menjadi energi alternatif, Swedia bahkan rela mengimpor total 2,7 ton limbah dari negara lain pada tahun 2014.
Apakah revolusi sampah ini ramah lingkungan?
Asap dari pabrik insinerasi terdiri dari 99,9% karbon dioksida yang tidak beracun dan air.
Namun, untuk memastikan keamanannya lebih terjamin, mereka masih melakukan penyaringan melalui filter kering dan air.
Independent.co.uk mengabarkan sampah yang Swedia buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hanya kurang dari 1% saja.
Swedia termasuk negara pertama yang menerapkan pajak tinggi untuk bahan bakar fosil sejak tahun 1991.
Dan kini, hampir setengah sumber daya mereka adalah energi terbarukan.
Direktur Komunikasi dari Badan Manajemen Limbah Swedia (Swedish Waste Managemet), Anna-Carin Gripwall mengatakan pada Independent, kebijakan impor sampah ini temporer atau sementara.
Meski sementara, kebijakan ini tampaknya akan terus dilakukan, melihat adanya kenaikan jumlah impor yang terjadi.
Media Aljazeera memaparkan data dari Avfall Sverige, pada tahun 2010 Swedia mengimpor 550 ribu ton dan 800 ribu ton sampah di tahun 2014.
Disebutkan pula Inggris dan Norwegia adalah negara pemasok terbesar sampah ke Swedia.
Mungkin bisa nih Pak Jokowi coba ekspor sampah ke Swedia. (Tribun Jogja/ Fatimah Artayu Fitrazana).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sampah-swedia4_20171121_163957.jpg)