Kampung Kumendaman Pasang 18 CCTV, Ini Sumber Dananya
Semuanya ada 18 CCTV yang dipasang di titik-titik yang rawan terjadinya kejahatan.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: oda
Laporan Reporter Tribunjogja.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kampung Kumendaman mendeklarasikan diri menjadi kampung pengamanan mandiri berbasis teknologi Closed Circuit Television (CCTV) , pada Sabtu (11/11/2017) malam.
Upaya ini sebagai antisipasi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga.
Setiap jengkal sudut kampung Kumendaman di wilayah RW 06 saat ini sudah terpasang CCTV.
Semua titik bisa di monitor melalui layar TV berukuran 50 Inc yang terpasang di depan pos Keamanan lingkungan (kamling).
Semuanya ada 18 CCTV yang dipasang di titik-titik yang rawan terjadinya kejahatan.
Ketua RW 06, Triyono Risdianto mengatakan sumber dana dari pengadaan 18 CCTV beserta perangkat lainnya itu merupakan dari dana stimulus pemerintah yang dichairkan setiap tahun.
Menurut Triyono pengadaan 18 unit CCTV ini sudah melalui proses lelang, ia mengaku membentuk tim khusus yang khusus bertugas menangani urusan ini.
"Saya nggak mau KPK datang, maka segala prosesnya sudah secara transparan dan sesuai mekanisme,"ujarnya sabtu malam
Dijelaskan Triyono, dana stimulus dari pemerintah yang diterima sebesar Rp 10 juta pertahun.
Sementara, total pengadaan semuanya dari 18 CCTV, TV 50 Inc, UPS dan HT semuanya menghabiskan dana Rp 22.5 juta.
Biaya tambahan pengadaan, lanjut Triyono ditambahkan dari kas RW yang didapat dari jimpitan masyarakat setiap harinya.
Selain itu, dana lainnya juga berasal dari dana parkir.
Di kampung ini telah ditetapkan biaya parkir berbayar bagi kendaraan roda empat yang parkir di wilayah Kumendaman.
"Bukan pungutan ya, karena ini kesepakatan. Kami sepakat menerapkan tarif parkir berbayar Rp 100 ribu perbulan bagi mobil yang parkir di tempat kami," ujar dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/seseorang-tengah-melihat-cctv-di-pos-kamling-rw-06-kumendaman-mantrijeron_20171111_204946.jpg)