Benda Purbakala Terbengkalai

Batu Dewa Siwa Jadi Pondasi Gedung SD 'Digali Tak Ketemu Ujungnya'

Benda Peninggalan Purbakala Terbengkalai tertumpuk pondasi bangunan SD Negeri 2 Mejing, Patukan, Ambarketawang, Gamping, Sleman.

Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNjogja.com | Bramasto Adhy
TERBENGKALAI - Benda purbakala yang terbengkalai di Mraen, Sendangadi, Mlati, Sleman, Rabu (1/11/2017). Sejumlah benda purbakala terbengkalai di beberapa titik di wilayah DI Yogyakarta karena berbagai alasan. 

TRIBUNJOGJA.COM - Sekilas tak ada yang aneh dari bangunan SD Negeri 2 Mejing, Patukan, Ambarketawang, Gamping, Sleman. Namun bila dilihat lebih jeli, ada yang janggal di bangunan SD tersebut, utamanya di bagian bawah pagar luar sekolah.

Berada di pagar SD tersebut, tepatnya di sisi kiri pintu masuk terdapat dua benda purbakala yang tertindih atau tertumpuk pagar sekolah. Satu batu terdapat di pojokan bangunan sisi selatan, sementara batu lainnya dengan posisi serupa berada tak jauh dari batu yang pertama.

Kepala SD Negeri 2 Mejing, Kisro Hartanto mengungkapkan, pada medio 1990an saat hendak didirikan pondasi pagar SD Negeri 2 Mejing, pihak sekolah berinisiatif untuk memindah kedua batu tersebut. Sayangnya keputusan tersebut tidak kesampaian.

"Pas mau dibangun tembok, kita sudah mengerahkan tukang untuk menggali kedua batu tersebut untuk dipindahkan. Namun, karena sedalam 2 meter belum juga ketemu ujungnya, akhirnya tukang-tukang tersebut enggan meneruskan. Akhirnya diputuskan batu tersebut langsung ditumpuk dengan pagar yang sedang dibangun,” kata kepada Kisro, TRIBUNJOGJA.COM.

Kisro Hartanto menjelaskan, sempat ada orang yang mengaku dari pihak Balai Purbakala mengamati dan memotret kedua batu tersebut.

Namun hingga kini tak ada tindak lanjut dan kesannya seperti dibiarkan.Sebenarnya pihak sekolah berharap dinas terkait menindaklanjuti adanya batu tersebut.

TERBENGKALAI - Benda purbakala yang terbengkalai di Mraen, Sendangadi, Mlati, Sleman, Rabu (1/11/2017). Sejumlah benda purbakala terbengkalai di beberapa titik di wilayah DI Yogyakarta karena berbagai alasan.
TERBENGKALAI - Benda purbakala yang terbengkalai di Mraen, Sendangadi, Mlati, Sleman, Rabu (1/11/2017). Sejumlah benda purbakala terbengkalai di beberapa titik di wilayah DI Yogyakarta karena berbagai alasan. (TRIBUNjogja.com | Bramasto Adhy)

Pihak sekolah mengaku lebih senang bila batu tersebut diamankan dan ditempatkan di tempat yang lebih tepat.

"Kalau mau diminta oleh dinas terkait, silakan. Kami malah lebih senang begitu, daripada cuma di situ. Kalau sudah diambil dinas terkait kan malah bisa untuk mengedukasi generasi muda tentang benda-benda peninggalan sejarah," jelasnya.

Geleng kepala

Kepala Unit Kerja Dokumentasi dan Publikasi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY, Ign Eko Hadiyanto, hanya bisa geleng-geleng kepala ketika ditunjukkan foto-foto  kedua benda purbakala yang tertindih dinding SD Negeri 2 Mejing Gamping.

Dia lalu mengamati secara detil foto-foto yang disodorkan TribunJogja.com kepadanya.

Raut wajahnya terlihat keheranan bagaimana bisa ada pihak yang tega menumpuk benda purbakala warisan leluhur itu sebagai landasan pondasi bangunan. Apalagi pihak  tersebut merupakan sebuah instansi pendidikan.

"Kok ada pihak yang bisa bertindak demikian. Harusnya tidak dibuat seperti itu. Ini namanya diperlakuan kurang layak, mesakke. Kok enggak dilaporkan itu lho," kata Eko menandaskan, Kamis (2/11/2017).

Padahal, lanjutnya, tim BPCB DIY bisa saja mendatangi dan mengamankan lokasi penemuan benda-benda purbakala tersebut bila mendapatkan laporan.

Selanjutnya, BPCB DIY akan mengambil dan kemudian menempatkan benda-benda tersebut di tempat yang semestinya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved