Ini Cara Kaum Muda Jatimulyo Muliakan Tamu Melalui Tradisi Sinoman

Dalam bentuk sederhana, prosesi sinoman dalam sebuah resepsi masyarakat biasanya dilakukan oleh kaum muda-mudi setempat dengan pakaian formal

Tayang:
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih wahyu
Tradisi sinoman terus dijaga oleh warga Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Pemerintah Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, menggelar upacara selamatan desa untuk memperingati hari jadinya yang ke-70, Minggu (5/11/2017).

Resepsi selamatan secara resmi digelar di pendopo balai desa dengan memanjatkan doa syukur dan dilanjut santap bersama.

Seluruh peserta selamatan sebelumnya melakukan kirab dari lapangan desa menuju balai desa setempat dalam balutan busana tradisional.

Uniknya, acara selamatan serupa kenduri itu juga diwarnai dengan prosesi sinoman oleh para kaum muda desa tersebut.

Sinoman merupakan bagian dari tradisi pramuladhi dalam budaya Jawa atau tata cara mulia melayani tamu bersantap.

Tradisi ini di kebanyakan tempat mulai tak kasat mata lagi karena tenggelam oleh arus modernisasi.

Dalam resepsi acara di perkotaan, tradisi itu tak lagi dilakukan oleh warga secara guyub rukun melainkan sudah terganti oleh petugas katering.

Baca: Bikin Geregetan! 7 Kutipan Nyeleneh ala Cak Lontong, Bukannya Bikin Termotivasi Malah Bikin Ngakak

Dalam bentuk sederhana, prosesi sinoman dalam sebuah resepsi masyarakat biasanya dilakukan oleh kaum muda-mudi setempat dengan pakaian formal dan tata cara yang tak kaku.

Namun, di Jatimulyo, prosesi sinoman itu dilakukan sesuai pakem aslinya yang mengacu adat tradisi di lingkungan keraton.

Seluruh petugas sinoman juga memakai busana tradisional berikut sekelumit tata caranya penyajian.

"Sinoman Jawa ini berbeda dengan sinoman pada resepsi umum masyarakat. Sinoman Jawa ada pakem dan tata cara, baik cara penyajian, cara jalan, dan sebagainya. Intinya adalah sopan santun dan menghormati tamu secara sabar dan mengesampingkan egoisme," jelas Kepala Desa Jatimulyo, Anom Sucondro.

Menurutnya, ada beberapa konsep sinoman jawa.

Tradisi sinoman terus dijaga oleh warga Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo.
Tradisi sinoman terus dijaga oleh warga Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo.

Antara lain, trup (sepaket makanan basah dan kering disajikan bersama), glebegan (satu piring untuk satu jenis menu), dan gedewangan (tata saji dalam posisi duduk melingkar).

Adapun pada selamatan desa di aJatimulyo itu, ditampilkan konsep sinoman sada sak ler (sebatang lidi), tata saji dengan satu menu yang sama secara berderet-deret

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved