Populasi Nyamuk di Yogyakarta Meningkat sampai 60 Persen
EDP Yogyakarta memperoleh data persentase nyamuk Ae aegypti ber-Wolbachia yang telah dilepaskan di 40 persen wilayah Kota Yogyakarta.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ahli serangga dari Eliminate Dengue Project (EDP) Yogyakarta, Warsito Tantowijoyo, menyampaikan peningkatan populasi nyamuk di Kota Yogyakarta berkisar 10-60 persen.
Adapun jenis nyamuk yang naik didominasi oleh Aedes aegypti dan Ae albopictus.
Warsito mengatakan, hasil yang ia peroleh berasal dari sampel yang dari BGTrap atau alat perangkap nyamuk dewasa.
BGTrap ini telah dipasang di lebih dari 400 tempat di Kota Yogyakarta.
"Sampel nyamuk yang terperangkap dalam BGTrap diambil sepekan sekali untuk diidentifikasi untuk mengetahui gambaran populasinya di Kota Yogyakarta," ulasnya.
Melalui BGTrap pula, EDP Yogyakarta memperoleh data persentase nyamuk Ae aegypti ber-Wolbachia yang telah dilepaskan di 40 persen wilayah Kota Yogyakarta.
Peletakan yang berlangsung tujuh bulan ini telah sukses \berkat kerjasama dari masyarakat yang mau menjadi orangtua asuh ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia tersebut.
Pelepasan nyamuk tahap pertama di Kecamatan Tegalrejo dan Wirobrajan telah selesai dengan lancar.
"Di tahap pertema kami telah menitipkan sekitar 2000 ember, dan seluruhnya sudah ditarik," ujarnya.
Pihaknya menarik ember telur ketika persentase nyamuk ber-Wolbachia di wilayah setempat telah mencapai ambang batas tertentu.
Setelah ambang batas tersebut tercapai, populasi nyamuk ber-Wolbachia akan mampu berkembangbiak secara alamiah.
Kini peletakan ember tahap kedua masih berlangsung.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/dbd_20171102_163748.jpg)