Puluhan Anjing Curian Dikurung, Menunggu Maut di Tempat Jagal
Para pecinta anjing menuduh toko ini menyelundupkan, mencuri dan membunuh anjing peliharaan. Mereka juga mencoba untuk
TRIBUNJOGJA.com, CHANGSA - Otoritas China menggerebek sebuah toko penjualan daging anjing ilegal Senin (30/10) kemarin di Pasar Mawangdui, Provinsi Changsa, China.
Ini dilakukan setelah polisi melihat adanya seorang pekerja yang tengah memanggang taring anjing di jalanan dengan menggunakan obor.
Penggerebakan itu juga merupakan tindak lanjut dari adanya laporan pecinta hewan dan sejumlah pemilik anjing di Changsa yang melaporkan hilangnya anjing piaraan mereka.
Laporan ini kemudian ditindaklanjuti oleh China Animal Health Inspection, organisasi yang mengurus masalah perlindungan terhadap hewan.
Adapun, awalnya toko tersebut mengaku menjual daging kambing.
Namun penggerebekan itu membuktikan bahwa di tempat tersebut terdapat puluhan ekor anjing yang dikurung di kandang yang sudah berkarat.
Anjing-anjing itu tengah menunggu maut, disembelih kemudian dipanggang.
Seorang relawan dari organisasi perlindungan hewan di China, Jiang Fan kepada Changsa TV mengungkapkan bahwa puluhan anjing itu sebagian besar merupakan anjing piaraan yang dicuri.
Jenisnya pun beragam, ada anjing golden retriever, huskies, corgis, Labradors dan lainnya.
Bahkan bebearpa anjing itu masih mengenakan kalung yang menjadi tanda pemiliknya.
Para pecinta anjing menuduh toko ini menyelundupkan, mencuri dan membunuh anjing peliharaan. Mereka juga mencoba untuk menutupi identitas asli mereka dengan membuat plang dengan tulisan 'Daging Kambing Hitam'.
Kelompok perlindungan binatang juga berhasil menyelamatkan puluhan anjing di atas truk.
Namun mereka tidak yakin berapa banyak anjing yang telah disembelih.
"Kami telah menerima laporan tentang anjing yang belum lulus standar kebersihan dan keamanan makanan. Pemilik toko tak bisa menunjukan sertifikat untuk mengidentifikasi asal anjingnya, "jelas Chen Teijun, dari China Animal Health Inspection.
Selanjutnya toko-toko ini ditutup sementara sampai pemeriksaan kesehatan penuh dilakukan pada semua anjing.
Sertifikat kesehatan akan diberikan kepada anjing yang lulus tes. Jika tidak, anjing itu akan dikirim untuk euthanisasi alias dimusnahkan.
Terkait hal itu, Keith Guo, petugas pers di PETA Asia, mengecam pemerintah karena tidak berinisiatif untuk mengontrol perdagangan ilegal daging anjing.
"Pejabat tersebut tidak memberi perlindungan kepada anjing-anjing tersebut, apakah mereka mendapat sertifikasi standar kesehatan atau tidak," tandasnya. (*changsa/mail online)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/toko-daging-anjing-ilegal_0111_1_20171101_102055.jpg)