Perlintasan Janti Ditutup
Warga Janti Keluhkan Minimnya Sosialisasi
Perangkat memang sempat diundang untuk menghadiri sosialisasi, sosialiasi tersebut temanya hanya sebatas penanganan bukan penutupan.
Penulis: app | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dulhadi, Ketua RT 10 Janti, Caturtunggal, Sleman menjelaskan pihaknya merasa sosialisasi dalam penutupan jalan kendaraan di bawah fly over Janti sangat minim.
Pada tanggal 26 lalu, beberapa RT dan perangkat memang sempat diundang untuk menghadiri sosialisasi.
Namun lanjut, Dulhadi, sosialiasi tersebut temanya hanya sebatas penanganan bukan penutupan.
"Sifat sosialisasi yang ada harusnya dilakukan kajian dahulu. Tanggal 26 warga diminta datang, warga hanya Ketua RT dan hanya agenda sosialisai penanganan ini," ujarnya, Selasa (31/10/2017).
"Seharusnya sosialisasi baru menerapkan undang-undang lihat dampaknya dahulu," tambahnya.
Lanjutnya, dampak sosial akan dirasakan masyarakat mengingat jalan tersebut mempermudah akses antara warga yang berada di wilayah Sleman dengan yang berada di Kabupaten Bantul.
"Menyesalkan sekali kita menolak, dampaknya banyak dari segi sosial ekonomi menjadi ambruk. Dari pemerintah PT KAI tidak melakukan kajian menyeluruh," cetusnya.
"Walau uji coba, ini sudah pada mengeluh, apalagi sampai selamanya ditutup," terangnya. (*)