Cinta Segitiga Pengamen Jalanan Berujung Duel Maut

Berbekal bukti kuat pesan singkat itu, Abu Daud pun mencari Andi untuk membuat perhitungan.

Editor: Muhammad Fatoni
ilustrasi 

Sepandai-pandai menyimpan bangkai, akhirnya tercium juga. Informasi itu pun akhirnya sampai ke telinga polisi beberapa waktu terakhir.

Polisi pun mendalami informasi yang masuk dan akhirnya menemukan lokasi nongkrong Abu Daud dan kawan kawannya.

Kata Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Jatim, AKBP Teguh Yuswardi, polisi sempat kebingungan karena di lokasi tersebut ada 4 sumur yang sudah tertimbun rumput ilalang.

Kecurigaan pun mengarah kepada salah satu sumur yang kondisinya tertutup dengan cor. Dan benar, di dalam sumur berkedalaman 4 meter itu terdapat kerangka Andi Parawangsah.

Pakaian dan sprei yang digunakan untuk membungkus jasad Andi masih utuh dan saat ini diambil sebagai barang bukti polisi.

Untuk memastikan bahwa tulang manusia itu milik Andi, polisi sempat mencocokkan DNA tulang dengan DNA keluarga Andi.

"Dibantu keterangan saksi dan bukti pakaian yang dikenakan korban, akhirnya kami memastikan bahwa kerangka tulang itu milik Andi Parawangsah," ujarnya.

Keluarga Andi, kata dia, sudah memiliki keyakinan bahwa Andi tidak akan pulang ke rumah untuk selamanya. Namun keluarganya memang tidak melapor kepada polisi karena alasan tertentu.

"Keluarga sangat berterima kasih kepada polisi saat kami berhasil mengungkap kemana Andi pergi 2 tahun terakhir," jelasnya.

Tidak berhenti sampai di sini, polisi masih memiliki pekerjaan rumah menangkap 8 pelaku penganiayaan Andi, karena sampai saat ini hanya 2 orang pelaku yang sudah diamankan.

Selain Abu Daud, juga Muhammad Ghofur yang ikut dalam penganiayaan Andi.

"Kami minta doanya, agar 8 pelaku lainnya segera ditemukan, mengingat para pengamen jalanan ini selalu berpindah-pindah tempat hidupnya," tutup Teguh. (*/kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved