LIPSUS TRIBUN JOGJA

Warga Menumpuk Jenazah yang Masih Sekeluarga karena Keterbatasan Lahan

Berdasarkan data yang ada, Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang dikelola oleh Pemkot Yogyakarta sudah penuh.

Warga Menumpuk Jenazah yang Masih Sekeluarga karena Keterbatasan Lahan
TRIBUNJOGJA.COM | Hasan Sakri
PEMAKAMAN PENUH - Nisan-nisan berhimpitan penuh sesak di pemakaman umum Kintelan, Kota Yogyakarta, Rabu (18/10/2017). pemerintah Kota Yogyakarta berencana untuk membuka lahan baru untuk pemakaman umum di luar wilayah kota Yogyakarta guna memenuhi kebutuhan lahan untuk pemakaman umum. 

TRIBUNJOGJA.COM - Berdasarkan data yang ada, Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang dikelola oleh Pemkot Yogyakarta sudah penuh.

Di antaranya, di TPU Pracimalaya Wirobrajan yang memiliki daya tampung 4.333 makam dan sudah penuh.

Di TPU tersebut, makam dibagi dalam 10 blok, yakni B, E, F, G, H, I, Y, K, L, M.

Sementara, di TPU Sasanalaya Mergangsan, dengan daya tampung 4.920 makam, saat ini terisi 4.875 makam. Sisanya atau sekitar 45 makam sudah dipesan.

Makam di TPU ini juga dibagi dalam 10 blok dan dua blok sudah penuh.

Baca: Yang Hidup Susah Cari Rumah, yang Jadi Jenazah Susah Cari Makam

“Jadi sebenarnya makam sudah penuh. Tapi, andaikata ada warga masyarakat yang mau dimakamkan biasanya sudah ditumpuk,” jelas Hamdani, petugas di Kecamatan Mergangsan.

Di TPU Sarilaya, Mantrijeron, luasan lahan makam mencapai 18.530 meter persegi.

Di TPU tersebut terdapat 1.981 makam yang terbagi dalam 13 blok.

Kondisi makam di TPU Sarilaya didominasi makam permanen dengan jumlah 1.694 makam, dan sisanya 287 makam bukan permanen atau gundukan tanah.

Baca: Tarif Bedah Bumi Makam Tembus Rp3 Juta 

“Itu merupakan hasil legerisasi. Memang banyak warga yang akhirnya menumpuk mayat namun masih keluarganya dengan keterbatasan lahan,” jelas Selfrina, pengelola pembangunan di Kecamatan Mantrijeron.

Adapun, Selfrina tidak tahu secara pasti harga bedah bumi yang harus dibayarkan keluarga ahli waris.

Hal ini lantaran biaya bedah bumi ini belum diatur dalam Peraturan Daerah (Perda), namun, tergantung dari juru kunci. “Kalau kami hanya menerima retribusi sesuai Perda nomor 5 tahun 2012,” katanya.

Dalam Perda tersebut disebutkan, besar retribusi penggunaan tanah untuk setiap jenazah untuk orang meninggal dengan KTP Kota Yogyakarta mencapai Rp25 ribu, namun jika tidak ber-KTP Yogya mencapai Rp40 ribu. (tribun jogja/ais)

Editor: Ikrob Didik Irawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved