Dukung Climate Change Campaign, Siswa Diajari Bungkus Makanan dengan Daun Pisang

Kegiatan 'Eat Local' ini untuk mengenalkan bahan kemasan alami berupa daun pisang dan janur yang punya manfaat luar biasa kepada para pelajar.

Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM - Suasana riuh terdengar dari bangunan berbentuk pendopo di sebuah sudut Kampus 4 Sekolah Tumbuh yang berada di Panggungharjo, Sewon, Bantul, Senin (23/10/2017).

Sumbernya adalah kerumunan pelajar yang sedang praktek membuat wadah kemasan dari daun pisah dan daun kelapa (janur).

Di tempat tersebut puluhan siswa-siswi Sekolah Tumbuh sengaja diberi materi membuat aneka kemasan pembungkus makanan yang terbuat dari daun pisang dan daun kelapa.

Seperti yang umum dibuat masyarakat yaitu ketupat, pincuk, dan daun pisang yang dibentuk kerucut (contong).

Berbagai bentuk kemasan alami ini tidak asing bagi anak-anak tersebut karena rata-rata pernah melihatnya.

Tapi tidak untuk membuat, misalnya saja Ica.

"Sudah sering lihat pincuk waktu makan pecel, tapi belum pernah membuatnya sendiri," kata gadis bernama lengkap Ica Sahwahita itu pada Tribunjogja.com, Senin (23/10/2017).

Ica yang merupakan siswi kelas 8 SMP Tumbuh itu mengaku baru kali ini membuat pincuk.

Meski terlihat sederhana, ia mengaku sempat sedikit kesulitan saat melipat lembar daun pisang.

Meski di awal sedikit bingung, tapi lama-lama ia bisa membuatnya dengan hasil baik.

Dari apa yang disampaikan guru dan pendamping, Ica pun menyadari jika daun pisang punya fungsi luar biasa.

"Paling penting untuk mengurangi sampah plastik, karena biasanya kita bungkus makanan pakai plastik, setelah ini saya coba biasakan bungkus pakai daun pisang," ujarnya.

Amalia selaku Koordinator Slow Food Yogyakarta untuk Pendidikan Edukasi kepada masyarakat menjelaskan, dasar dilakukannya kegiatan dengan tema Eat Local ini adalah mengenalkan bahan kemasan alami berupa daun pisang dan janur yang punya keunikan dan manfaat luar biasa kepada para pelajar.

Sebagai hasil kerjasama Slow Food Yogyakarta dan Tumbuh High School, kegiatan ini terselenggara bertepatan dengan momen peringatan hari pangan pada 16 Oktober sekaligus untuk mendukung program Climate Change Campaign.

Tema local food sengaja diambil dalam kegiatan ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved