LIPSUS TRIBUN JOGJA

Makam Sudah Penuh Sesak di Yogyakarta

Juru kunci Makam Kintelan, Tri Nugoho Supradhoto, membenarkan kondisi Makam Kintelan yang sudah penuh sesak.

Makam Sudah Penuh Sesak di Yogyakarta
Tribun Jogja/Hasan Sakri
PEMAKAMAN PENUH - Nisan-nisan berhimpitan penuh sesak di pemakaman umum Kintelan, Kota Yogyakarta, Rabu (18/10/2017). pemerintah Kota Yogyakarta berencana untuk membuka lahan baru untuk pemakaman umum di luar wilayah kota Yogyakarta guna memenuhi kebutuhan lahan untuk pemaknan umum. 

TRIBUNJOGJA.COM - Juru kunci Makam Kintelan, Tri Nugoho Supradhoto, membenarkan kondisi Makam Kintelan yang sudah penuh sesak.

Oleh sebab itu, mau tidak mau setiap ada jenazah yang hendak dikuburkan di makam tersebut mesti ditumpuk satu liang lahat dengan jenazah lain.

Selama menjadi sebagai juru kunci sejak tahun 2009, dari catatan Nugroho, sudah ada 311 jenazah yang ditumpuk dalam satu liang lahat.

Tidak hanya dari warga Dipowinatan saja, namun dari warga lain di luar Dipowinatan.

Nugroho menjelaskan, ada tata cara yang mesti dipatuhi bila ingin menumpuk satu liang lahat di pemakaman seluas 5.525 meter persegi tersebut.

Disebutkan Nugroho, peraturan itu meliputi jenazah masih yang hendak dikuburkan harus punya ikatan saudara dengan pemilik liang lahat.

Baca: Yang Hidup Susah Cari Rumah, yang Jadi Jenazah Susah Cari Makam


videografer Tribunjogja.com | Hamim Thohari | Hasan Sakri

Kemudian, makam yang akan ditumpuki jenazah lain minimal sudah berusia lima tahun.

"Selain warga Dipowinatan bisa saja dikuburkan di sini. Namun harus mempunyai sanak famili yang dimakamkan di Makam Kintelan selama lima tahun terakhir," jelasnya.

Selain itu, bila ada makam yang selama tiga tahun tidak dikunjungi atau diziarahi oleh ahli warisnya. Maka makam tersebut akan diganti dengan jenazah baru.

Nugroho pun akan menolak dengan tegas bila ada jenazah yang tidak memenuhi kriteria tersebut.

Dia akan menyarankan untuk menguburkan di tempat lain yang mungkin masih tersedia.

Meskipun menerapkan aturan ketat, namun ada satu keluwesan aturan yang mengizinkan bilamana ada jenazah orang kurang mampu dan tak punya saudara, akan dipersilakan dikubur di tempat ini.

PEMAKAMAN PENUH - Nisan-nisan berhimpitan penuh sesak di pemakaman umum Kintelan, Kota Yogyakarta, Rabu (18/10/2017). pemerintah Kota Yogyakarta berencana untuk membuka lahan baru untuk pemakaman umum di luar wilayah kota Yogyakarta guna memenuhi kebutuhan lahan untuk pemakaman umum.
PEMAKAMAN PENUH - Nisan-nisan berhimpitan penuh sesak di pemakaman umum Kintelan, Kota Yogyakarta, Rabu (18/10/2017). pemerintah Kota Yogyakarta berencana untuk membuka lahan baru untuk pemakaman umum di luar wilayah kota Yogyakarta guna memenuhi kebutuhan lahan untuk pemakaman umum. (TRIBUNJOGJA.COM | Hasan Sakri)

Di tempat ini pula makam-makam yang ditumpuk akan ditandai dengan dua warna, yakni warna hijau dan biru.

Ketika dimintai keterangan kenapa diberi warna, Nugroho menjawab untuk memudahkan mencari makam mana yang sudah diisi beberapa mayat.

"Buat mempermudah saja, yang diwarnai ini berarti ada mayat yang ditumpuk. Selain itu biasanya di nisannya ada nama-nama mayat yang sudah dikuburkan," lanjutnya.

Nugroho menambahkan, tidak semua makam bisa dilakukan penumpukan. Nugroho mencontohkan, makam-makam yang sudah didirikan nisan dan dicor sudah tidak bisa lagi dibongkar untuk menumpuk jenazah lain.

"Sayangnya banyak yang memberi nisan besar-besar dan dicor dengan kuat. Itu yang membuat tak semua makam di sini bisa ditumpuk. Itu pula yang menyebabkan penuh sesak, karena nisan yang berjejer empat itu kadang bisa digunakan untuk tujuh pemakaman," ungkapnya. (tribunjogja.com)

Penulis: sis
Editor: Ikrob Didik Irawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved