Angkasa Pura Ingin Pemukiman Dikosongkan Selambatnya Oktober Ini
Secara prinsip, pihaknya ingin melaksanakan pembangunan bandara sesuai dengan target yang terlah ditetapkan.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Project Manager Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) PT Angkasa Pura I, Sujiastono mengatakan, pihaknya dan pemerintah daerah bersinergi dalam upaya percepatan pembangunan bandara.
Satu di antaranya untuk urusan relokasi warga terdampak pembangunan.
Secara prinsip, pihaknya ingin melaksanakan pembangunan bandara sesuai dengan target yang terlah ditetapkan.
Yakni, beroperasi pada Maret 2019.
Namun begitu, tak dipungkirinya ada faktor lain yang memengaruhi prosesnya, semisal ada warga yang belum bisa pindah dari lahan bandara maupun masih menolak bandara.
"Ini akan kami pikirkan bersama. Kami ada cara teknis sesuai undang-undang, misalnya melakukan pendekatan kepada warga yang belum mau pindah supaya mereka bisa menerima. Karena, lahan ini kan sudah incraht sesuai IPL (izin penetapan lokasi) bandara," kata Sujiastono pada Tribunjogja.com seusai prosesi bedhol dusun warga terdampak bandara di Glagah, Sabtu (21/10/2017).
Ia mengatakan, konstruksi bandara akan segera dimulai pembangunannya sehingga pihaknya menginginkan proses pengosongan lahan pemukiman bisa diselesaikan pada Oktober ini juga.
Selanjutnya, pihaknya akan segera menyelesaikan land clearing.
"Pemutusan listrik di kawasan pemukiman akan dilakukan sambil jalan. Sebagian juga sudah diputus dan bangunannya dibongkar," kata Sujiastono.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bedol-dusun_20171021_172656.jpg)