Panen Jelek, Petani Tembakau Merugi
Kualitas panen daun tembakau turun drastis lantaran tingginya insentitas hujan yang terjadi selama beberapa pekan.
Penulis: ang | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Di musim panen tembakau tahun ini, petani kembali merugi.
Pasalnya tahun ini kualitas panen tembakau tidak sesuai prediksi.
Kondisi ini dipengaruhi perubahan cuaca yang signifikan.
Yaitu musim hujan yang datang lebih awal dari prediksi.
Dampaknya kualitas panen daun tembakau turun drastis lantaran tingginya insentitas hujan yang terjadi selama beberapa pekan.
Seorang petani tembakau di Desa Solodiran, Manisrenggo, Siswanto mengatakan kadar air daun tembakau yang siap panen menjadi tinggi.
Padahal semestinya daun tembakau yang dipanen kadar airnya rendah.
"Pengaruhnya pada grade daun yang dipanen. Kualitasnya turun drastis karena hujan," ungkapnya, Jumat (20/10/2017).
Sebagai informasi, awal musim panen kualitas tembakau di Klaten khususnya Manisrenggo sudah masuk grade B dan C yang dihargai mulai Rp 17.000 hingga Rp 45.000 per kilogram daun tembakau kering.
Kualitas semakin meningkat seiring kondisi cuaca yang mendukung hingga mencapai grade E dengan harga menembus Rp 100.000 per kilogram.
Dengan harga tembakau kering yang semakin melambung, petani menaruh harapan besar pada panen daun tembakau berikutnya.
Terlebih jika mengingat sudah dua musim tanam, tembakau gagal dipanen.
Namun kondisi berbalik setelah musim hujan datang dengan kondisi hujan deras yang terjadi selama dua pekan berturut-turut.
Kondisi ini membuat kualitas panen tembakau anjlok.
"Kualitasnya langsung turun drastis. Harganya juga jadi sangat turun," kata Siswanto. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tembakau_20171013_211954.jpg)