Perlu Pemetaan Ulang Hidran Aktif di Klaten

Banyaknya hidran yang bermasalah membuat Damkar Klaten kesulitan mengakses air yang digunakan untuk menangani kebakaran.

Penulis: ang | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Angga Purnama
Pesonel Damkar mengisi air dari salah satu hidran di Jalan Pemuda, Kamis (19/10/2017) 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN – Banyaknya hidran yang bermasalah membuat Damkar Klaten kesulitan mengakses air yang digunakan untuk menangani kebakaran.

Kondisi ini dipersulit petugas Damkar tidak dapat memastikan mana saja lokasi hidran yang masih dapat digunakan.

“Saking banyaknya yang rusak atau tidak berfungsi, sehingga lebih banyak memanfaatkan sumber air lainnya karena dituntut untuk cepat,” kata Heri, salah satu personel Damkar Klaten, Kamis (19/10/2017).

Menurutnya dengan kondisi ini, dibutuhkan pemetaan ulang titik hidran yang masih aktif.

Sehingga mempermudah penanganan kebakaran, terutama di lokasi yang sulit sumber air.

Baca: Banyak Hidran Tak Berfungsi Penanganan Kebakaran di Klaten Kurang Optimal

“Di beberapa kasus, kami bermaksud mengakses air melalui hidran. Meskipun tercatat sebagai hidran aktif, ternyata jika sore sudah tidak dapat digunakan,” ungkapnya.

Selain mempermudah akses air, keberadaan hidran yang aktif juga mempercepat kerja Damkar.

Hal ini karena proses pengisian tangki mobil Damkar yang memiliki kapasitas 4.000 hingga 5.000 liter lebih cepat jika menggunakan hidran.

Sementara jika harus menyedot air dari sumber, membutuhkan waktu 10 hingga 15 menit.

“Belum lagi jika sumber airnya minim, pengisiannya tidak bisa penuh. Sehingga harus dibantu pasokan air dari armada lain,” katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved