Ini 5 Jenis Tumpeng yang Bakal Disajikan di Kenduri Ageng Mangayubagyo Pelantikan Gubernur

Acara ini adalah satu dari diantara acara Mangayubagya Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY.

Penulis: dnh | Editor: Ari Nugroho
istimewa
Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2017-2022. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kenduri Ageng dan Open House bakal digelar di Bangsal Kepatihan, Komplek Kantor Gubernur DIY jalan Malioboro, Jumat (20/10/2017) besok.

Acara ini adalah satu dari diantara acara Mangayubagya Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY.

Kenduri Ageng ini akan diselenggarakan mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.

Kegiatan ini terbuka untuk umum, masyarakat luas dapat hadir dan dengan konsep open house seperti pelaksanaan setiap hari raya.

"Masyarakat dari berbagai kalangan dipersilahkan untuk hadir dalam Kenduri Ageng ini, karena kita dapat secara langsung menyampaikan ucapan selamat dan sekaligus mengungkapkan rasa bahagia atas dilantiknya Sri Sultan Hamengku Buwono X dan KGPAA Paku Alam X sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY Periode 2017 - 2022," kata Kepala Bagian Humas Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY, Amiarsi Harwani, Kamis (19/10/2017).

Baca: Kenduri Ageng dan Open House di Kepatihan, Makanan untuk 3000 Orang Disiapkan

Tidak ada aturan khusus dalam acara ini, namun Amiarsi berpesan masyarakat yang hadir untuk tertib dan antre selain juga mengenakan pakaian rapi dan sopan dan sebaiknya tidak mengenakan kaos oblong dan sandal jepit.

Dalam Kenduri Ageng besok, untuk mengungkapkan rasa syukur terhadap anugerah yang diterima akan diungkapkan dalam bentuk tumpeng.

Akan ada 10 tumpeng yang terdiri dari lima macam tumpeng yang tentunya berbeda beda.

Dijelaskan Amiarsi, lima tumpeng adalah Tumpeng Sangga Buwana, Tumpeng Kendhit, Tumpeng Robyong, Tumpeng Urubing Damar dan Tumpeng Punar. Setiap tumpeng memiliki makna-makna tersendiri.

Seperti Tumpeng Sangga Buwana yang menyimbolkan derajat manusia adalah paling tinggi dalam kehidupan di alam semesta, dalam hal ini dapat juga diartikan sebagi simbol seorang raja, yang memiliki derajat paling tinggi dari manusia biasa.

"Tumpeng tersebut terletak pada selembar alas berupa telur dadar yang berbentuk bulat dan diameternya lebih besar dari tumpeng yang ada di atasnya," kata Amiarsi.

Sementara Tumpeng Kendhit, terbuat dari nasi putih yang di tengah badan tumpengnya ditetesi dengan air kunyit melingkar mengelilingi tumpeng.

Tumpeng ini merupakan simbol dari keberhasilan manusia dalam mengatasi semua masalah, halangan, rintangan, dan kesulitan.

Tumpeng Robyong merupakan simbol bahwa si pemangku hajat mampu mencapai keberhasilan karena didukung oleh keluarga, sanak saudara dan masyarakat.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved