Inspiring Beauty

Chef Mona : Dapur Adalah Duniaku

Ia pun masih bekerja di beberapa tempat untuk mengasah kemampuannya di dunia pastry, dan mengaplikasikan hal-hal yang ia pelajari di kampus.

Chef Mona : Dapur Adalah Duniaku
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
Monalisa Saputri Ali 

TRIBUNJOGJA.COM - Monalisa Saputri Ali (27), namanya tidak hanya tercatat sebagai satu bagian dari tim basket Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), namun juga untuk bidang lainnya.

Di balik kegagahannya beraksi di lapangan, anak bungsu dari tiga bersaudara ini pun ternyata mampu meraih berbagai macam prestasi di bidang yang bisa dibilang cewek banget.

Sejak SMA, walau dirinya masih bermain-main bersama si bola cokelat, wanita yang akrab disapa Mona ini memutuskan untuk menekuni dunia yang berhubungan dengan memasak.

Padahal ketika itu Mona belum yakin sepenuhnya bahwa bidang tersebut benar-benar dunianya.

"Aku asli Jambi, tapi sekolah ikut kakak di Yogya. Terus ketika lulus SMA, aku disuruh balik ke Jambi. Tapi aku nggak mau, dan hingga pada akhirnya aku nyari cara buat tetep di Yogya. Dan aku memutuskan untuk bekerja sebagai waiters di sebuah kafe di Yogya. Kebetulan waktu belum banyak di sini," tuturnya kepada Tribun Jogja saat melakukan sesi wawancara di Punika Deli at Royal Ambarrukmo.

Dalam sesi wawancara tersebut, Mona bersama tim live streaming Inspiring Beauty Tribun Jogja pun sempat berkeliling menyaksikan proses pembuatan makanan serta minuman di sana, dan mencicipi beberapa hidangan yang disediakan oleh Punika Deli at Royal Ambarukkmo.

Di antaranya seperti Smoked Salmon Bagel, Ambarukkmo Signature Gelato dan lainnya.

Lanjut Mona, sejak bekerja di kafe, ia pun jadi lebih banyak mengenal lagi bagaimana dunia memasak dan hospitality.

Padahal ketika itu ada beberapa beasiswa yang sebenarnya bisa diraih olehnya dari olahraga basket, agar bisa berkuliah di beberapa universitas negeri ternama di Yogyakarta.

Namun, hal itu bukanlah dunianya.

"Dan aku memutuskan untuk kuliah di Hospitality AMPTA Yogyakarta (fokus ke F&B Product), dan lebih memfokuskan lagi ke pastry. Kenapa pastry? Jadi waktu sekolah dulu sering jajang di kantin yang jual fruit pie dan aku suka. Jadi aku fokusnya ke membuat pastry," ujar wanita yang kini berprofesi sebagai Pasttry Chep dan pengajar untuk Cake Decorator dan Pastry di ION's Cullinary Collage.

"Sebenarnya untuk dunia memasak sendiri udah aku kenal sejak kecil. Jadi ketika Mamaku masak, aku suka ikut. Tapi waktu itu aku belum menyadari bahwa dunia kitchen adalah duniaku," lanjut wanita yang gemar memakan tengkleng dan nasi goreng kambing itu.

Saat menjalani masa-masa studinya, Mona tidak membiarkan diri untuk terlalu fokus di kampus untuk belajar.

Katanya, ia pun masih bekerja di beberapa tempat untuk mengasah kemampuannya di dunia pastry, dan mengaplikasikan hal-hal yang ia pelajari di kampus.

Dan berkat kerja keras serta kegigihannya itu, ia bisa mendapatkan prestasi dari dunia yang ia fokuskan sejak beberapa tahun terakhir ini. (*)

Penulis: abm
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved