Komunitas Suling Bambu Nusantara Dekatkan Suling ke Masyarakat
KSBN bergerilya blusukan ke tengah masyarakat dengan suka rela agar kembali dikenal dekat oleh khalayak Indonesia.
Penulis: abm | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM – Sudah bukan barang langka jika di Yogyakarta berbagai hal yang diminati masyarakatnya menjadi sesuatu yang lebih serius, bahkan terhimpun dalam sebuah wadah bernama komunitas.
Tak hanya kumpulan yang di dalamnya bermuatan hal-hal serius, namun sesuatu yang bersifat unik pun bisa membentuk komunitas yang didasari dari minat yang sama.
Hal itulah yang rupanya juga menjadi sebuah komunitas asal Yogyakarta yang menamakan dirinya sebagai Komunitas Suling Bambu Nusantara (KSBN).
Kumpulan yang bergerak pada bidang seni musik tradisional nusantara tersebut sudah ada di kota ini sejak tahun 2004 silam, dan pergerakannya pun sudah melibatkan sampai ribuan orang yang tersebar di berbagai daerah di Yogyakarta.
Adalah Agus 'Patub' BN, pendiri dan juga orang yang terus bertahan sampai saat ini untuk terus melestarikan kembali 'suling bambu' di tengah masyarakat Indonesia, khususnya khalayak Yogyakarta.
Sejak puluhan tahun lalu tidak lagi akrab di tengah oleh masyarakatnya.
Tidak hanya berkumpul bersama orang-orang yang juga memiliki minat yang sama pada alat musik ini, KSBN pun bergerilya blusukan ke tengah masyarakat dengan suka rela agar kembali dikenal dekat oleh khalayak Indonesia.
Mereka berlatih bersama, saling mengakrabkan bebunyian yang dihasilkan, bahkan sampai membagikan suling bambu secara gratis kepada banyak kalangan.
Tidak hanya itu, bahkan mereka pun kerap menggelar berbagai kegiatan akbar yang gelarannya sendiri diinisiasi dan dibentuk dari hasil swadaya yang dilakukan oleh para anggotanya.
KSBN pun sangat terbuka kepada berbagai pihak yang ingin belajar dan lebih mengakrabkan diri lagi pada suling bambu, setelah banyak dilupakan oleh masyarakatnya karena pergeseran zaman.
“Ada sebanyak 1.240 orang yang pernah kami ajarkan bermain suling bambu. Bermain suling bambu itu tidak semudah seperti memainkan jenis suling lainnya (yang berasal dari luar Indonesia), butuh kesabaran, pernapasan yang benar, penuh rasa dan lainnya. Saat ini anggota resmi kami sekitar 300 orang dan berasal dari berbagai kalangan, dan kami rutin berlatih bersama,” tutur Agus kepada Tribun Jogja.
Lanjutnya, sampai saat ini setidaknya ada beberapa komunitas dari berbagai desa di Yogyakarta yang kerap terlibat berlatih dan berkegiatan bersama KSBN.
Yaitu Bahana Desa (Godean), Rumpun Gita Musika (Ngaglik), Gita Bambu Asri (Turi), nada Suara Pring Kadirojo (Kalasan), Komamutu (Mungaran), Desta Music Collaboration (Depok), Angklung Suling (Depok), Suling Cah Nyutran (Nyutran), Agrapana (Sedayu) dan Ngangklung Ngangkruk (Caturharjo). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/komunitas-suling-bambu-nusantara_20171007_163938.jpg)