NPC Bantul Keluhkan Keterbatasan Peralatan Latihan
Para atlet Bantul masih mengeluhkan keterbatasan peralatan yang digunakan untuk latihan.
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Meski mengaku siap dan optimis bisa meraih gelar juara umum di Peparda DIY 2017, para atlet Bantul masih mengeluhkan keterbatasan peralatan yang digunakan untuk latihan.
Panahan misalnya, yang masih kekurangan peralatan panahan berupa busur dan anak panah.
Ketua National Paralympic Commitee (NPC) Bantul, Sihmanto mengatakan jika pihaknya baru memiliki dua set peralatan cabor panahan.
"Itupun baru tahun ini kita punya, makanya bisa ikut cabor panahan di Peparda, sebelumnya kami tidak bisa ikut karena tidak punya alat," kata Sihmanto, Rabu (4/10/2017).
Baca: NPC Bantul Target Juara Umum di Peparda 2017
Dua peralatan cabor panahan ini saja menurut Sihmanto dirasa masih sangat kurang karena NPC Bantul memiliki enam atlet panahan. "Ya harus bergantian kalau latihan pakai alat, dua alat panahan untuk enam atlet sangat kurang layak, hasilnya pun menjadi tidak maksimal," kata Sihmanto.
Berbeda dengan Sihmanto, seorang atlet Tenis Lapangan, Yulianto mengeluhkan akses menuju tempat latihan yang masih kurang bersahabat untuk penyandang difabel.
"Mungkin terkesan sederhana, tapi bagi kami sangat penting, seperti untuk latihan di Stadion Pacar (Sultan Agung)," katanya.
Meski demikian, Yulianto tetap optimis bisa meraih hasil terbaik saat event Peparda meski dengan keterbatasan yang ia miliki.
Tentu saja, sembari berharap adanya perhatian pemerintah dalam hal ini Pemkab Bantul dalam penyediaan fasilitas dan tempat latihan.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/anggota-kontingen-npc-bantul_20171004_181533.jpg)