Plt Bupati Klaten Berikan Payung merah pada Kades yang Dilantik, Begini Maknanya

Payung yang diberikan merupakan payung hias produksi Kecamatan Juwiring.

Penulis: ang | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Angga Purnama
Kepala desa terpilih menunggu proses pelantikan di obyek wisata Watu Prahu Bukit Cinta, Desa Gunung Gajah, Bayat, Kamis (28/9/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN – Selain mengukuhkan kades pemenang Pilkades, dalam pelantikan yang digelar di Obyek Wisata Watu Prahu Bukit Cinta pada Kamis (28/9/2017) Plt Bupati Klaten, Sri Mulyani memberikan payung merah bagi masing-masing kades yang dilantik.

Penyerahan payung tersebut merupakan rangkaian prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan.

Payung yang diberikan merupakan payung hias produksi Kecamatan Juwiring.

Selain berwarna merah, payung tersebut dihiasi sulaman buang berwarna putih dan lambang Pemkab Klaten serta tulisan Plt Bupati Klaten Hj Sri Mulyani dan tanggal pelantikan.

“Payung ini diberikan kepada kades sebagai simbol pemerintah desa harus bisa mengayomi masyarakatnya, bukan kadesnya yang dipayungi,” ungkap Sri Mulyani.

Ia menjelaskan mengayomi yang dimaksud adalah bagi seluruh masyarakat, baik yang mendukung saat pilkada maupun tidak.

Baca: Payung Juwiring Semakin Tersingkir

Sebagai kades diharapkan tidak lagi membeda-bedakan golongan dan harus bisa merangkul semua pihak dengan tujuan meningkatkan pembangunan di tingkat desa.

“Kalau tidak bisa mengayomi semuanya, mana bisa bekerja bersama masyarakat. Padahal dukungan masyarakat ini dibutuhkan. Pemerintahan tidak akan berjalan baik jika tidak mendapatkan dukungan masyarakatnya, harus diperhatikan itu. Tidak ada lagi beda golongan, yang mendukung atau tidak (dalam pilkada), harus bersatu semua,” paparnya saat memberikan amanat.

Disinggung terkait pemilihan warna merah, Sri Mulyani menampik ada tendensi tertentu.

“Merah kan berani, kades harus berani berbuat dalam memimpin,” ujarnya.

Seperti diketahui, Sri Mulyani maju dalam pilkada 2015 bersama Bupati Klaten non-aktif, Sri Hartini dengan diusung oleh PDI Perjuangan dan Partai Nasional Demokrat.

Lebih lanjut, pemilihan payung tersebut juga sebagai ajang promosi produk UKM asal Klaten, yaitu payung tradisional buatan Juwiring.

Diharapkan dengan ini muncul semangat kades untuk membangun perekonomian masyarakat khususnya pengembangan UMKM yang ada di desa setempat.

“Payung ini sudah terkenal sampai ke mancanegara, masyarakat Klaten sendiri harus kenal, termasuk para kades,” katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved