Terjerat Tali Kambing, Wanita Ini Divonis Stroke
Kondisi Sri dan Slamet ini mendapat perhatian dari Pemerintah Kecamatan Sedayu yang sore tadi datang ke rumah keduanya guna menyerahkan bantuan.
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sri Waldiyatun (57) tak menyangka jika aktifitasnya menggembala kambing empat tahun lalu berujung petaka.
Sampai kini, Sri tak lagi bisa beraktifitas bebas.
Ia hanya duduk di atas kursi di sudut ruang tamu rumahnya di Dusun Semampir, Desa Argorejo, Sedayu, Bantul.
Berawal dari terjatuh karena terjerat tali kambing saat sedang menggembala kambing itulah, Sri divonis menderita penyakit stroke.
Secara cepat, tubuh Sri kaku dan tak bisa lagi berjalan.
Perlahan ia juga kesulitan berkomunikasi meski mampu mendengar.
Adalah sang suami, Slamet Mugini (58), yang sejak saat itu merawat Sri dengan membawa ke rumah sakit dan tempat pengobatan alternatif.
Namun tetap saja, upaya pengobatan tak kunjung membuahkan hasil signifikan.
Justru penyakit gula dan asam urat juga menggerogotinya.
Kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan kiranya juga jadi alasan lain.
Karena Slamet yang dulunya bekerja sebagai buruh bangunan kini menganggur demi merawat sang istri.
"Tidak ada lagi yang bisa mengurus istri saya, jadi saya yang mengurus dia," kata Slamet, Senin (25/9/2017).
Dua dari tiga anak Slamet dan Sri, yaitu Tanjung dan Tiwik lah yang kini menjadi tulang punggung keluarga.
Pemasukan Tanjung yang bekerja di pabrik rokok Sampoerna sedangkan Tiwik di pabrik tak jauh dari rumahnya jadi sumber penghidupan utama keluarga penuh kesederhanaan ini.
Di rumah berukuran sekitar 7x7 meter tersebut keluarga lima orang ini tinggal.
Dinding kayu beralaskan plester semen menjadikan udara dingin mudah masuk dan menyergap tubuh.
Tak banyak perabot dalam rumah.
Tampak beberapa kasur tipis dan kursi tempat Sri biasa duduk.
Dan sehari-hari, Sri harus dibantu suaminya untuk sekedar pergi ke belakang.
"Mau gimana lagi, kalau mau ke belakang ya saya gendong, nanti dia (Sri) bilang dengan pelan kalau mau ke belakang, kalau sedang tidak bisa ya cukup pakai gerakan bibir, saya sudah paham," kata Slamet.
Harapan Slamet, tentu saja sang istri bisa sehat seperti sedia kala.
Dengan begitu pula, ia bisa kembali bekerja dan mencukupi kebutuhan keluarga layaknya pemimpin keluarga.
Pengobatan demi pengobatan sedang terus ia upayakan meski terbatas biaya dan fasilitas.
Kondisi Sri dan Slamet ini mendapat perhatian dari Pemerintah Kecamatan Sedayu yang sore tadi datang ke rumah keduanya guna menyerahkan bantuan kursi roda dan sejumlah bahan makanan pokok.
Rombongan terdiri dari Camat Sedayu, Fauzan Mualifin, dan beberapa jajaran pemerintahan desa.
Turut serta Panit I Binmas Polsek Iptu Agus Supraja dan Kapten Infanteri Kusmin dari Koramil setempat.
Kepala dukuh juga mendampingi rombongan saat penyerahan bantuan.
"Semoga sedikit bantuan ini bermanfaat untuk Ibu Sri, paling tidak bisa memudahkan akses," kata Fauzan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pendrita-stroke-dapat-bantuan-kursi-roda_20170925_193933.jpg)