Warga Berebut Mengambil Air Kurasan Enceh

Mereka yang masih percaya bahwa air kurasan dan bunga-bunga tersebut bisa menyembuhkan berbagai penyakit, membawa berkah hingga awet muda.

Warga Berebut Mengambil Air Kurasan Enceh
TRIBUNJOGJA.COM / Hening Wasisto
Sejumlah warga tengah mengambil air sisa kurasan enceh dalam adat tradisi nguras enceh yang diberlangsungkan di Makam Raja-raja Pajimatan Imogiri Bantul, Jumat (22/9/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hening Wasisto

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Tradisi nguras enceh (gentong) yang diberlangsungkan di Makam raja-raja Pajimatan Imogiri yang semulanya khidmat mendadak menjadi ajang rebutan ratusan warga.

Setelah dilakukan rangkaian upacara sepertirutan tahlil, wilujengan, doa, pengalungan untaian bunga ke enceh, dan pengambilan air oleh abdi dalem dibantu warga mengambil air cidukan tersebut.

Warga yang sudah menanti sedari pagi berebut untuk mendapatkan air kurasan enceh.

Tak sedikit warga yang meyakini bahwa air kurasan enceh tersebut membawa tuah.

Bukan hanya airnya saja, namun bunga-bunga yang disebar pun dipercaya membawa keberkahan.

Mereka yang masih percaya bahwa air kurasan dan bunga-bunga tersebut bisa menyembuhkan berbagai penyakit, membawa berkah, awet muda, ataupun melariskan dagangan.

Kartilah misalnya, wanita yang mempunyai warung makan ini rela antri untuk mendapatkan air kurasan enceh.

Tak tanggung-tanggung dia membawa lima botol air ukuran 1 liter.

"Nanti airnya dimasak buat jualan, biar makin laris. Kalau bunganya ditaruh dompet buat jaga-jaga saja," jawabnya, Jumat (22/9/2017).

Selain membawa pulang air kurasan, tak sedikit pula yang mengusapkan wajah dengan air kurasan tersebut.(*)

Penulis: sis
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved