Ini yang Diminta Mendagri Ketika Berkunjung ke Klaten
Ia meminta budaya ini tidak lagi muncul di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya di Kabupaten Klaten.
Penulis: ang | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN – Dalam kunjungan ke Klaten, Mendagri Tjahjo Kumolo menyoroti soal jual beli jabatan yang sempat menjerat Sri Hartini, Bupati Klaten non-aktif.
Ia meminta budaya ini tidak lagi muncul di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya di Kabupaten Klaten.
“Yang sudah ya sudah, biarkan berlalu. Ke depan, tidak ada lagi jual beli jabatan,” ungkapnya saat memberikan amanah di hadapan ASN Kabupaten Klaten yang mengikuti apel di Alun-alun Klaten, Jumat (22/9/2017).
Hal tersebut disampaikan lantaran prihatin dengan kasus yang terjadi di penghujung 2016 lalu.
Sri Hartini yang kurang dari setahun menjabat sebagai Bupati Klaten terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.
Selain itu banyaknya pejabat yang masuk dalam dalam daftar OTT KPK akhir-akhir ini dinilainya perlu menjadi perhatian bersama.
“Kami prihatin dengan semakin banyak pejabat yang terjaring OTT KPK, ini tentu menjadi perhatian bersama. Ada sejumlah titik rawan penyelewengan yang harus dicermati sehingga hal-hal semacam ini dapat dihindari dan tidak terulang lagi,” katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mendagri-ri-tjahjo-kumolo_20170921_143821.jpg)