Nanti Malam Digelar Lampah Budaya Mubeng Beteng

Selama berjalan, para peserta dianjurkan lebih banyak memanjatkan doa dan sedikit bicara, atau kerap disebut tapa bisu.

Nanti Malam Digelar Lampah Budaya Mubeng Beteng
tribunjogja/arfiansyah panji
Suasana pelepasan Lampah Budaya Mubeng Beteng yang digelar untuk menyambut 1 Suro tahun Jawa, Minggu (02/10/2016) tengah malam. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Lampah Budaya Mubeng Beteng bakal digelar nanti malam mulai pukul 20.00 WIB, Kamis (21/9/17).  

Sebuah hajatan besar untuk menyambut tahun baru jawa (1 Sura) ini rutin digelar setiap tahun oleh Para abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. 

Satu Sura sendiri adalah hari pertama dalam kalender Jawa di bulan Sura, di mana bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender hijriyah.

Menurut literatur sejarah,  kalender jawa yang diterbitkan Sultan Agung pada waktu itu memang mengacu penanggalan Hijriyah (Islam).

Sementara itu, Mubeng Beteng adalah berjalan kaki dengan menyusuri jalan yang dibuat mengelilingi benteng Keraton yang diikuti para abdi dalem dan masyarakat.

Selama berjalan, para peserta dianjurkan lebih banyak memanjatkan doa dan sedikit bicara, atau kerap disebut tapa bisu.

KRT Wijoyopamungkas selaku Humas acara ini menuturkan, masyarakat yang hendak mengikuti acara ini diharapkan mengenakan busana adat jawa atau pakaian bebas namun rapi.

“Nanti akan melibatkan sekitar 4000 bergada (personel/orang). Doa dan harapan kali ini adalah ketentraman bisa tercipta di Yogyakarta dan untuk Indonesia,” ujar KRT Wijoyopamungkas, Kamis (21/9). (*)

Penulis: yud
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved