Breaking News:

Penginapan, Guest House, Kos Eklusif Harus Melapor Bila Ada Orang Asing Menginap

Bila mengabaikan Undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian, maka penginapan dan hotel tersebut bisa menerima sanksi.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
internet
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Kantor Imigrasi Kelas 1 Yogyakarta mengimbau agar seluruh penginapan atau hotel dapat melapor bila ada Warga Negara Asing (WNA) yang datang untuk menginap.

Karena bila terbukti abai dengan aturan yang telah ditetapkan dalam Undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian, maka penginapan dan hotel tersebut bisa menerima sanksi.

Kasubsi Informasi Keimigrasian, Retno Dewi, mengatakan bahwa tak terkecuali dari guest house, penginapan kelas melati, hingga hotel berbintang harus melaporkan keberadaan orang asing.

Ia menekankan penjamin (sponsor) bertanggung jawab atas keberadaan dan kegiatan Orang asing yang dijaminnya.

Demikian halnya dengan pemilik atau pengurus tempat penginapan atau perorangan yang berkewajiban untuk memberikan data mengenai orang asing yang menginap.

Direktorat Jenderal Imigrasi meminta agar setiap pemilik tempat penginapan dan perorangan yang memberikan kesempatan orang asing untuk menginap dapat melaporkan hal itu melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asin (APOA) atau dapat diakses melalui http://apoa.imigrasi.go.id/poa/. Mereka diberikan batas waktu 1 kali 24 jam sejak orang asing itu mulai menginap.

"Sudah banyak yang melaporkan melalui APOA. 80 persen dari anggota PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) sudah melaporkan melalui APOA," terangnya, Selasa (12/9).

Ia menerangkan dari Pasal 117 UU No 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian mengatur sanksi bagi penjamin dan sponsor atau perusahaan yang mempekerjakan WNA tanpa melapor ke Kantor Imigrasi

Bagi penginapan, hotel, wisma ataupun losmen, yang tidak memberikan keterangan keberadaan orang asing yang menginap akan dijerat dengan pasa 117 undang nomor 6 tahun 2011 dengan ancaman pidana penjara selama tiga tahun dan denda maksimal Rp 25 juta.

"Tak hanya Hotel, kami juga mengimbau agar semua pemilik tempat penginapan, kos eksklusif dan vila untuk tetap melaporkan keberadaan orang asing," tandasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved